Ini merupakan situs menarik karena rumah ibadah ini tidak sekadar sarat akan nuansa relijiusitas yang kuat, namun juga memiliki atmosfir nilai-nilai kultural karena aspek arsitekturalnya, ornamen-ornamennya yang artistik hingga warna dan elemen-elemen aksesorisnya yang membentuk identitas tertentu.
Pada akhirnya kita akan bisa menyimak karya-karya lukis yang bertebar dalam pameran ini memuat satu kesatuan titik berangkat persoalan, yakni apresiasi dan penghormatan kepada para leluhur.
Pada karya yang digarap oleh para seniman secara langsung sebagai painting on the spot semata-mata banyak memindahkan obyek begitu saja.
Ini praktik mimesis atau memindahkan obyek yang ada di alam sesuai prinsip dasar bahwa karya seni adalah imitatur naturam (seni itu menirukan alam sekitarnya).
Sementara karya yang lain sudah mulai memberi tafsir atas makna "Honour for Ancestors".
Secara umum karya-karya dalam “Honour for Ancestors” ini tidak sekadar masuk dalam garis atau merunuti teks “honour for ancestors” secara tekstual, konservatif, dan apa adanya, tapi berpotensi sebagai karya yang intertekstual.
Beberapa karya telah masuk dalam upayanya untuk memsubversi tema dan memberi perluasan dan pengayaan atas tema dan makna “Honour for Ancestors”.
Pada upaya untuk keluar dari kungkungan garis kuratorial secara subversif dan kreatif, setidaknya menolak konservatifme, maka penonton akan diberi suguhan yang inspiratif. Semoga demikian yang terjadi. ****