Amanda McDougall, Wali Kota Cape Breton Regional Municipality, juga mengatakan ada pohon tumbang, atap terbang dan puing-puing berserakan di jalan raya di daerahnya.
Mike Savage, Wali Kota Nova Scotia, Halifax, mengatakan kepada CNN bahwa 100 orang mengungsi ketika atap apartemen runtuh.
Polisi di Charlottetown di Prince Edward Island melaporkan pohon tumbang dan memposting foto kerusakan di Twitter, termasuk yang menunjukkan atap rumah runtuh.
"Kondisinya tidak seperti yang pernah kita lihat," kata departemen kepolisian di Twitter.
Badai Fiona Hantam Kanada
Badai Fiona mendarat di Kanada pada Sabtu pagi dengan kecepatan angin hingga 100 mph, setara dengan badai Kategori 2, menurut AccuWeather.
Ahli meteorologi AccuWeather memperkirakan Fiona mungkin salah satu badai terkuat yang pernah tercatat di Kanada timur.
"Ini bisa menjadi badai seumur hidup bagi sebagian orang," kata Kepala Meteorologi AccuWeather, Jonathan Porter.
Badai itu berukuran hampir sama dengan badai pasca-tropis Dorian, yang melanda Kanada pada 2019, kata Bob Robichaud, ahli meteorologi kesiapsiagaan untuk Pusat Badai Kanada. Tapi Fiona diharapkan lebih kuat.
"Ini tentu akan menjadi peristiwa bersejarah dan ekstrem bagi Kanada timur," kata Robichaud.
Sementara itu setengah dari Puerto Riko masih tanpa listrik lebih dari lima hari setelah Badai Fiona melanda. Orang Puerto Rico semakin frustrasi dengan perusahaan transmisi dan distribusi listrik swasta di pulau itu.
Situasi ini diperburuk oleh gangguan bahan bakar yang memaksa toko kelontong, pompa bensin, dan bisnis penting lainnya tutup.
Jaringan listrik Puerto Rico sudah berjuang setelah Badai Maria, yang menghancurkan sistem pada tahun 2017. ****