inter-nasional

Menuju Satu Abad SD Xaverius Pringsewu Lampung, Redemtha Wasitah Merindukan Sri Mulyani

Kamis, 18 Mei 2023 | 22:09 WIB
Ibu Redemtha Wasitah (kanan atas) dan foto murid SD Xaverius bersama Mgr. Albertus Hermelink Gentiaras SCJ. (Pontianak Globe/Pan Reuni SD Xaverius Pringsewu Lampung)

Agustina sekarang berdomisili di Yogyakarta.

Meskipun jarak memisahkan, ia dengan suka cita membuka bazar yang dimaksudkan untuk memeriahkan Reuni Agung itu.

Sementara Roberthus Hoyan Siubera memiliki kuat atas pondasi yang ditanamkan para Pendidikan SD Xaverius.

Yang dikagumi adalah mata pelajar berhitung, menulis halus, budi pekerjti, menyulam, baris berbaris, pemeriksaan kuku, prakarya dan lain-lain.

Energi murid menurut Hoyan disalurkan secara positif oleh para guru.

Dirinya masih ingat peristiwa ketika menggunakan sepatu Bigboss.

Meskipun termasuk sepatu keren pada masanya, sepatu itu tetap ditenteng ketika hujan.

Dan, dia harus menerima ketika sepatu di bagian ujung jempol harus rusak terlebih dulu dan menjadi olok-olok rekan-rekannya.

Hoyan menganggap bahwa olok-olok itu adalah pendidikan mental secara horizontal.

"Saya terpaksa harus mencari tiga bibit mangga sebagai hukuman menyusul dia menebang pohon mangga yang sedang panen dengan menggunakan chinsaw. Padahal 3 bibit mangga itu tidak ada di Pringsewu dan harus mencari sampai ke Bogor dan itupun dibeli dari Babah Punhok, ayah salah satu rekannya,“ ujar Hoyan sambil tertawa.

Cerita Hoyan belum selesai. "Seorang suster harus marah, kecewa dan mendongkol ketika bunga Wijaya Kusumanya dipotong oleh murid-muridnya. Padahal awalnya suster tersebut ingin menunjukkan kepada para murid pada malam hari, proses pemekaran bunga yang termasuk langka tersebut. Namun pada siangnya, suster tersebut terkejut, ketika mengetahui bunga-bunganya sudah dipotong dan dibawa pulang oleh muridnya," kenang Hoyan yang saat ini merupakan pengusaha. Ia berbisnis Smart Green Cleaners serta Digital Display.

Ia juga mengembangkan Completation Fluid.

Petrus Sumaryanto, SD Xaverius angkatan 1976.

Sejak kecil dirinya telah disekolahkan di sekolah Katolik.

Dan karena nilai-nilai humaniora yang telah ditanamkan saat kecil, dirinya merasa tidak kesulitan Ketika menjadi pendidik dengan nilai yang sama.

Halaman:

Tags

Terkini