Tiba-tiba, sebuah bom molotov dilemparkan ke arah polisi dan meledak, menewaskan tujuh orang polisi dan melukai puluhan lainnya.
Polisi kemudian membuka tembakan ke arah kerumunan, menewaskan beberapa orang buruh dan melukai banyak lainnya.
Sejumlah buruh kemudian ditangkap dan diadili atas tuduhan terorisme.
Empat orang di antaranya dijatuhi hukuman mati dan dieksekusi.
Keempat orang tersebut kemudian dikenal sebagai "Martyrs of Chicago" atau "Para Martir dari Chicago".
Haymarket Riot menjadi momen penting dalam sejarah gerakan buruh Amerika Serikat.
Setelah insiden ini, buruh di seluruh negeri mulai menuntut hak-hak mereka secara lebih terorganisir dan agresif.
1 Mei kemudian diperingati sebagai Hari Buruh Internasional sebagai penghormatan kepada para martir Haymarket.
Empat orang buruh yang dijatuhi hukuman mati atas tuduhan terorisme terkait Haymarket Riot adalah August Spies, Albert Parsons, George Engel, dan Adolph Fischer.
Mereka adalah aktivis serikat pekerja yang berjuang untuk hak-hak buruh dan melawan kondisi kerja yang tidak manusiawi pada masanya.
Meskipun tidak ada bukti yang jelas bahwa mereka terlibat dalam pengeboman di Haymarket Square, namun mereka dianggap sebagai pemimpin gerakan buruh yang radikal dan dipandang sebagai ancaman oleh pihak berwenang.
Kematian mereka kemudian menjadi simbol perjuangan hak-hak buruh dan dihormati sebagai martir gerakan buruh internasional. ***