Ia menyinggung pembangunan Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) yang terinspirasi dari Stadion Luzhniki di Moskow dan dibangun dengan dukungan Uni Soviet.
Baca Juga: Rusia Peringatkan AS dan Israel, Pembunuhan Khamenei Akan Membuka ‘Kotak Pandora’
“Stadion Luzhniki di Moskow menjadi inspirasi Presiden Soekarno dalam mendirikan Stadion Utama GBK pada 1960. Uni Soviet saat itu bahkan mengirim tim arsitek dari Technoexport ke Jakarta, serta memberikan pinjaman lunak untuk membangun kompleks olahraga Senayan,” ungkapnya.
Menurut Teddy, mengingat sejarah adalah bentuk penghormatan sebuah bangsa terhadap masa lalu.
“Mengapa sejarah ini penting untuk ditengok kembali? Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah,” tegasnya.
Ia pun berharap hubungan bilateral Indonesia dan Rusia ke depan akan semakin erat dan membawa manfaat bagi masyarakat kedua negara.
“Ke depannya, semoga kemitraan Indonesia dan Federasi Rusia terus tumbuh, menguat, dan memberikan manfaat nyata bagi rakyat kedua bangsa,” pungkasnya. ***