“Kami mendukung tuntutan agar potongan maksimal hanya 10 persen, bahkan idealnya dihapuskan sama sekali,” ujar Lily.
Baca Juga: Pembekalan Kepemimpinan Bujang Dara Gawai, PGD XXXIX 2025
Selain potongan, SPAI juga memprotes sistem prioritas order yang dianggap diskriminatif.
Mereka menyoroti program seperti GrabBike Hemat, slot dan aceng di Gojek, serta hub di ShopeeFood yang dinilai hanya menguntungkan sebagian pengemudi.
Sistem serupa juga disebut berlaku di platform lain seperti Maxim, Lalamove, InDrive, Deliveree, dan Borzo.
Baca Juga: Mengangkat Peran Generasi Dayak di Tengah Arus Globalisasi, PGD 2025 Gelar Seminar Nasional Budaya
SPAI turut mendesak pemerintah, khususnya Kementerian Ketenagakerjaan, untuk segera menerbitkan regulasi perlindungan bagi para pekerja sektor transportasi daring.
Mereka mendorong agar aturan tersebut masuk dalam pembahasan RUU Ketenagakerjaan yang tercantum dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas). ***