“Kami mendukung tuntutan agar potongan maksimal hanya 10 persen, bahkan idealnya dihapuskan sama sekali,” ujar Lily.
Baca Juga: Pembekalan Kepemimpinan Bujang Dara Gawai, PGD XXXIX 2025
Selain potongan, SPAI juga memprotes sistem prioritas order yang dianggap diskriminatif.
Mereka menyoroti program seperti GrabBike Hemat, slot dan aceng di Gojek, serta hub di ShopeeFood yang dinilai hanya menguntungkan sebagian pengemudi.
Sistem serupa juga disebut berlaku di platform lain seperti Maxim, Lalamove, InDrive, Deliveree, dan Borzo.
Baca Juga: Mengangkat Peran Generasi Dayak di Tengah Arus Globalisasi, PGD 2025 Gelar Seminar Nasional Budaya
SPAI turut mendesak pemerintah, khususnya Kementerian Ketenagakerjaan, untuk segera menerbitkan regulasi perlindungan bagi para pekerja sektor transportasi daring.
Mereka mendorong agar aturan tersebut masuk dalam pembahasan RUU Ketenagakerjaan yang tercantum dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas). ***
Artikel Terkait
Lee Je Hoon, Aktor di Taxi Driver Mau ke Jakarta dan Tiket.com Sudah Jual Tiket Dapat Beragam Hadiah
Naas Drivel Ojol Tewas di Sungai Rengas Kalimantan Barat, WA Istri Tidak Dibalas Saat Antar Penumpang
Cara Beri Tahu Posisimu dengan WhatsApp Sharelok. Berguna bagi Driver Ojol saat Antar Penumpang di Jalan Sepi
Tersangka Pembunuh Driver Ojol Maxim Sempat Mau Kabur ke Kebun Kelapa, Polisi Tembak Kaki
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Gendong Anak Driver Ojol Maxim Terbunuh di Sungai Kakap
BBN Airlines Indonesia Resmi Mengudara, Ini Fakta Menarik Tentang Maskapai Baru Ini, Apa Hubungannya dengan Blue Bird Taxi?