inter-nasional

Respons Dedi Mulyadi soal Siswa Protes Jalan Kaki ke Sekolah, Sebut Jagoan Tak Boleh Mengeluh

Jumat, 2 Mei 2025 | 06:42 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (kiri) dan potret video viral siswa sekolah di Jabar yang mengeluh pergi ke sekolah jalan kaki (kanan). (Instagram @dedimulyadi71)

PONTIANAKGLOBE.COM, BANDUNG -- Kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang mewajibkan siswa berjalan kaki ke sekolah menuai beragam respons di media sosial.

Sejumlah siswa mengungkapkan keluh kesah mereka di berbagai platform, berharap mendapat perhatian dari sang gubernur.

Baca Juga: Yayasan Seniman 'Langgar Art' Surati Bupati Ipuk, Pertanyakan Penutupan Paksa Minimarket di Banyuwangi

Keluhan tersebut pun menjadi viral dan memancing reaksi warganet.

Menanggapi hal itu, Dedi Mulyadi mengunggah salah satu video yang memperlihatkan keluhan para siswa melalui akun Instagram pribadinya, @dedimulyadi71, pada Kamis, 1 Mei 2025.

"Jagoan pantang meminta bantuan, semangat terus!" tulis Dedi dalam keterangan unggahannya.

Dalam video tersebut, tampak beberapa siswa di wilayah Jawa Barat mengeluh tentang kelelahan, panas, dan tidak adanya angkutan kota yang melintas saat mereka berjalan kaki menuju sekolah.

"Capek, Pak Dedi. Itu lihat teman-teman juga jalan kaki, pengen dijemput angkot," keluh seorang siswa.

Baca Juga: Viral Aksi Kocak Warga Bogor Ajak Damkar Rayakan Ulang Tahun, Usai Diputusin Pacar

Tampak pula seorang siswa menutupi kepalanya dengan benda seadanya untuk menghindari terik matahari.

Beberapa siswa lain mengeluhkan kondisi teman mereka yang kesulitan berjalan.

"Pak Dedi, tolong! Saya kepanasan ini, tidak ada angkot di sini," teriak seorang siswa.

Baca Juga: KPK Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi di Dinas PUPR Mempawah, Dua di Antaranya Penyelenggara Negara

"Ini ada teman yang agak pincang kakinya, kesulitan. Pak, tolong kirim angkot satu saja!" pinta siswa lainnya.

Unggahan ini memicu perdebatan publik, sebagian mengapresiasi semangat kebijakan tersebut, sementara yang lain menilai perlu ada evaluasi terkait kondisi di lapangan. ***

Tags

Terkini