inter-nasional

Komdigi, Komunitas, dan Dunia Usaha Sepakat Rancang Strategi Adopsi AI di CITCOM CONNEXT 2025

Kamis, 24 April 2025 | 11:45 WIB
Menteri Komunikasi Digital RI Meutya Hafidmenegaskan dukungan pemerintah terhadap pengembangan AI secara bertanggung jawab dan kolaboratif. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Pemerintah, komunitas teknologi, dan dunia usaha bersatu dalam gelaran CITCOM CONNEXT 2025 yang berlangsung pada 22 April 2025 di El Hotel, Bandung.

Acara ini menjadi wadah dialog dan kolaborasi lintas sektor dalam menyusun arah strategis adopsi Artificial Intelligence (AI) di Indonesia.

Baca Juga: Samsung Luncurkan Galaxy Tab S10 FE Series, Tablet Canggih dengan Fitur AI dan Desain Premium

Dengan tema “Decode AI, Unchain Future”, konferensi ini mempertemukan 26 perusahaan teknologi, tokoh masyarakat, akademisi, hingga pimpinan klub sepak bola.

Mereka berdiskusi bersama untuk merumuskan pendekatan inklusif terhadap perkembangan AI yang kian pesat.

Pembukaan acara ditandai dengan pengenalan komunitas CITCOM oleh Ketua CITCOM, Setiadi Sudrajat, serta sambutan Ketua Panitia CONNEXT 2025, Jimmy Yo.

Sesi diskusi dipandu oleh para tokoh teknologi nasional seperti Irfan Arsandi (CEO WIT), Harun Kurnia (CEO Garuda Infinity), dan Ken Ratri Iswari (CEO Geek Hunter).

Dirjen Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi Digital RI (Komdigi), Edwin Hidayat Abdullah, menyatakan bahwa AI merupakan “game changer” dalam peningkatan produktivitas nasional.

Baca Juga: Apa Itu AI Meta? Fitur Canggih yang Jadi Tren Artis untuk Pamer Ketenaran dan Memberi Keuntungan bagi Content Creator

Ia menekankan pentingnya kesiapan regulasi, SDM, dan infrastruktur digital untuk menyongsong masa depan yang semakin terdigitalisasi.

"Kami tengah mempersiapkan roadmap AI lengkap dengan etika dan regulasinya. AI akan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, dan kami ingin Indonesia mengambil manfaat maksimal dari transformasi ini," ujarnya.

Menteri Komunikasi Digital RI Meutya Hafid, melalui pesan video, juga menegaskan dukungan pemerintah terhadap pengembangan AI secara bertanggung jawab dan kolaboratif.

Ia menyebut lima prioritas nasional yang ditopang oleh teknologi AI: peningkatan layanan kesehatan, efisiensi birokrasi, pendidikan talenta digital, pengembangan kota pintar, dan ketahanan pangan.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin Affandi, menyambut baik peran AI dalam pembangunan kota.

Ia menekankan pentingnya partisipasi publik dalam inovasi teknologi.

Halaman:

Tags

Terkini