BMKG juga memastikan kesiapan dalam mendistribusikan informasi terkait peringatan dini tsunami, deteksi gempa bumi, dan cuaca ekstrem menggunakan seluruh sumber daya yang tersedia.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Bali. Benarkan Tak Berpotensi Tsunami, Begini Penjelasan BMKG
Kepala Stasiun Geofisika Sleman, Ardhianto Septiadhi, menegaskan bahwa potensi tsunami di wilayah Kulonprogo bukan prediksi pasti, melainkan kemungkinan yang perlu diwaspadai.
"Kita tidak perlu panik atau takut, tapi harus paham langkah-langkah mitigasi," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa wilayah selatan DIY memang berada di jalur subduksi yang berpotensi menimbulkan gempa besar.
Namun, hingga kini belum ada teknologi yang mampu memprediksi waktu pasti terjadinya gempa.
"Golden time kita hanya sekitar 10 menit setelah gempa terjadi. Jadi, yang penting adalah kesiapan, bukan ketakutan," tegasnya.
Dengan peringatan ini, BMKG berharap masyarakat lebih sadar akan pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi bencana, tanpa harus panik secara berlebihan. ***