Lebaran 2025 BMKG Ingatkan Risiko Tsunami di Yogyakarta, Ini Langkah Mitigasinya

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Senin, 17 Maret 2025 | 04:00 WIB
P0tret ilustrasi tsunami. BMKG mengingatkan perkiraan potensi tsunami di DIY saat Lebaran.  (Unsplash @Ray Harrington)
P0tret ilustrasi tsunami. BMKG mengingatkan perkiraan potensi tsunami di DIY saat Lebaran. (Unsplash @Ray Harrington)

PONTIANAKGLOBE.COM, YOGYAKARTA -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi risiko tsunami di sekitar Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA), Kulonprogo, Yogyakarta, terutama saat musim mudik Lebaran 2025.

Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa peringatan ini bukan untuk menimbulkan kepanikan, melainkan sebagai bentuk kesiapsiagaan masyarakat.

Baca Juga: Peringatan Tsunami Aceh, 18 Tahun Silam Ratusan Ribu Orang Meninggal Dunia

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta pada 11 Maret 2025, mengungkapkan bahwa salah satu titik risiko yang perlu diwaspadai adalah jalan underpass lintas selatan Bandara NYIA, yang berada di zona rawan tsunami.

"Underpass itu berpotensi menjadi titik berisiko saat evakuasi tsunami," ujar Dwikorita, dikutip pada Sabtu, 15 Maret 2025.

Sebagai langkah mitigasi, BMKG merekomendasikan penerapan skema buka-tutup lalu lintas di akses masuk underpass guna mengurangi kepadatan kendaraan yang bisa menghambat evakuasi.

"Skema buka-tutup ini harus diterapkan sejak dini dan dipastikan berfungsi optimal tanpa kendala teknis," tegasnya.

Ia juga meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan sistem buka-tutup tersebut berjalan lancar.

"Gate buka-tutup jangan sampai macet. Kalau macet, kendaraan bisa terjebak dalam terowongan saat evakuasi," lanjutnya.

Baca Juga: Peringatan 18 Tahun Tsunami, 18 Film Karya Sineas Aceh Diputar

Lonjakan Pemudik dan Tantangan Evakuasi

Peringatan ini semakin relevan mengingat jumlah pemudik tahun ini diperkirakan meningkat signifikan.

Data Kementerian Perhubungan memperkirakan total pemudik mencapai 146,48 juta orang, atau sekitar 52 persen dari total populasi Indonesia.

Pulau Jawa diprediksi menjadi wilayah dengan pergerakan pemudik terbesar, dengan puncak arus mudik terjadi pada 28 Maret 2025 dan puncak arus balik pada 6 April 2025.

"Jadi, Kementerian PU dan Polri harus memastikan skema buka-tutup berjalan lancar agar tidak justru menyebabkan kendaraan terjebak saat evakuasi tsunami," tambah Dwikorita.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X