Ia menjelaskan bahwa struktur bangunan rumahnya, yang dirancang tahan gempa dan dilengkapi atap serta plester anti-api, menjadi faktor utama penyelamat.
Baca Juga: Serunya Program Makan Gratis di SMA, Siswi Bawa Sambal dan Kerupuk Sendiri
“Saya hanya berpikir tentang gempa bumi, bukan kebakaran. Ini benar-benar sebuah keajaiban,” ujar Steiner.
Kebakaran besar ini tidak hanya mengungkap sisi kehancuran, tetapi juga menunjukkan keberanian, pengorbanan, dan, sayangnya, sisi gelap manusia di tengah tragedi.
Pemerintah terus berupaya menangani dampak kebakaran sekaligus menegakkan hukum terhadap para pelaku kejahatan.***