inter-nasional

Gus Miftah Resmi Mundur dari Jabatan Utusan Khusus Presiden, Baru Sebulan Terima Gaji, Jumlahnya Ternyata Segini

Jumat, 6 Desember 2024 | 21:54 WIB
Gus Miftah saat melakukan kegiatan pengajian bertajuk 'Magelang Bersholawat' . Saat itu lah ia mengatakan hal kurang pantas kepada penjual es teh bakul. (Dok screen video)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Pendakwah Miftah Maulana Habiburrahman atau dikenal juga sebagai Gus Miftah memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan.

Ia hanya menerima satu kali gaji utuh sejak dilantik pada 22 Oktober 2024 oleh Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Penerapan GCG Terbaik, BRI Diganjar Dua Penghargaan di IICD 2024

Dalam konferensi pers yang digelar di Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta, pada Jumat, 6 Desember 2024, Gus Miftah menjelaskan bahwa keputusan pengunduran dirinya diambil dengan kesadaran penuh dan bukan karena desakan pihak lain.

"Saya ingin menyampaikan keputusan yang telah saya renungkan dengan sangat mendalam. Saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari tugas saya sebagai Utusan Khusus Presiden Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan," ujar Miftah.

Diketahui, gaji dan tunjangan jabatan Utusan Khusus Presiden diatur dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2024.

Menurut peraturan tersebut, hak keuangan bagi Utusan Khusus Presiden setara dengan jabatan Menteri, yang menerima gaji pokok sebesar Rp 5,05 juta per bulan, ditambah tunjangan jabatan negara yang mencapai Rp 13,6 juta.

Baca Juga: Kebaya Resmi Ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia Takbenda

Dengan demikian, total gaji pokok dan tunjangan Miftah Maulana selama menjabat mencapai Rp 18,6 juta per bulan, belum termasuk fasilitas tambahan seperti tunjangan anak/istri, fasilitas kesehatan, dan kendaraan dinas.

Video Viral dan Kontroversi
Keputusan mundur ini juga menyusul viralnya video yang memperlihatkan Miftah Maulana melontarkan olok-olok kepada seorang pedagang es teh bakul dalam acara ceramah.

Dalam video tersebut, Miftah terdengar mengucapkan kata-kata yang dinilai tidak pantas kepada pedagang tersebut, yang kemudian menuai kecaman dari warganet.

“Es tehmu isih akeh (masih banyak)? Ya, sana jual g*blok. Jual dulu, nanti kalau belum laku, ya sudah, takdir,” ujar Miftah dalam video tersebut.

Tindakannya ini mengundang kritik, mengingat posisinya sebagai tokoh agama yang seharusnya menjadi teladan.

Miftah telah menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut.

"Dengan kerendahan hati, saya minta maaf atas kekhilafan saya. Saya memang sering bercanda dengan siapa saja," ujarnya.

Halaman:

Tags

Terkini