Selain itu, pada Juni 2024, ia juga menuding sejumlah anggota Kongres AS merencanakan kekacauan di Georgia seperti yang terjadi di Ukraina.
Baca Juga: Pilgub DKI Jakarta 2024, Pramono-Doel Deklarasikan Kemenangan, Ini Faktanya
Ia bahkan menduga adanya upaya untuk menyebarkan kekerasan di negara tersebut.
Meski jabatan presiden di Georgia lebih bersifat seremonial, pencalonan Kavelashvili dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat pengaruh kelompok pro-Rusia dalam politik Georgia. ***