PONTIANAKGLOBE.COM, GEORGIA -- Mikheil Kavelashvili, mantan striker Manchester City, resmi dicalonkan sebagai presiden Georgia oleh partai penguasa negara tersebut pada Rabu, 27 November 2024, waktu setempat.
Kavelashvili bermain untuk Manchester City pada periode 1995-1999.
Dalam semusim pertamanya bersama City, ia mencetak tiga gol dari 28 pertandingan.
Di ranah politik, Kavelashvili dikenal dengan pandangan pro-Rusia dan anti-Barat.
Saat ini, ia menjabat sebagai deputi ketua parlemen Georgia dan merupakan pendiri Partai People Power, yang merupakan pecahan dari Partai Impian -- partai penguasa sekaligus pemenang pemilu parlemen Georgia.
Pemilu parlemen Georgia pada 2024 menjadi perhatian dunia internasional, terutama setelah adanya dugaan intervensi Rusia dalam pemilu pada 26 Oktober lalu.
Presiden Georgia saat ini, Salome Zurabishvili, bahkan mengumumkan bahwa pemerintahan baru hasil pemilu penuh dengan kecurangan yang dilakukan kelompok pro-Rusia.
Di tengah situasi politik yang memanas, Kavelashvili menerima pencalonan sebagai presiden dengan janji untuk menyatukan rakyat Georgia.
Baca Juga: Audiensi Bapa Paus Ingatkan Buah Roh yang Tak Memudar
"Saya akan melakukan apa pun untuk menyatukan rakyat Georgia sesuai kepentingan nasional, identitas, nilai, dan kemerdekaan negara kami," ujar Kavelashvili seperti dilansir dari AFP.
Pemilu presiden Georgia dijadwalkan berlangsung pada 14 Desember 2024.
Namun, kelompok oposisi menolak pelaksanaan pemilu tersebut, dengan alasan tindakan itu tidak sesuai konstitusi dan dianggap ilegal.
Sebelum dicalonkan sebagai presiden, Kavelashvili sempat membuat pernyataan kontroversial.
Pada September lalu, ia menuduh oposisi berupaya menghancurkan konstitusi Georgia atas arahan Pemerintah Amerika Serikat.