Selama bertahun-tahun, ia memegang berbagai posisi penting di sektor administrasi publik, termasuk menjadi kepala Divisi Bantuan Pedesaan di Departemen Urusan Sipil Provinsi Zhejiang.
Baca Juga: Profil Sultan Najamudin yang Resmi Pimpin DPD RI, Begini Perjalanan Kariernya
Pada 2002, ia menjadi sekretaris partai di Wenzhou, yang saat itu menjadikannya salah satu sekretaris partai termuda di kota tersebut.
Di sini, Li dikenal karena mendukung pengembangan bisnis swasta dan industri ringan.
Ia kemudian menduduki posisi yang lebih senior, termasuk sekretaris jenderal Komite Partai Provinsi Zhejiang dan anggota Komite Tetapnya pada tahun 2005, yang memosisikannya sebagai sekutu dekat Xi Jinping.
Karier Politik yang Meningkat
Li semakin dikenal di Tiongkok ketika diangkat sebagai Gubernur Zhejiang pada 2012, dan kemudian menjadi Sekretaris Partai Jiangsu pada 2016.
Pada 2017, ia dipromosikan menjadi sekretaris partai Shanghai, di mana ia menerapkan kebijakan yang mendukung investasi asing dan pengembangan bisnis di kota tersebut.
Salah satu kebijakan penting yang diterapkan Li adalah pembukaan Pasar STAR Bursa Efek Shanghai, yang memberikan dorongan bagi pasar saham teknologi di Tiongkok.
Ia juga berperan dalam pengembangan infrastruktur dan kebijakan pro-bisnis yang membantu kota tersebut menarik lebih banyak investasi.
Pada 2022, Li mengelola respons Shanghai terhadap pandemi COVID-19, termasuk menerapkan karantina wilayah yang ketat.
Kebijakan ini memicu kontroversi, dengan beberapa pihak menilai penanganan COVID-19 di bawah kepemimpinannya kurang efektif.
Namun, ada pandangan yang menyatakan bahwa Li lebih terbuka terhadap pendekatan hidup berdampingan dengan COVID, meskipun terikat pada kebijakan pusat yang lebih ketat.
Jabat Perdana Menteri Tiongkok
Pada Maret 2023, Li Qiang resmi dilantik sebagai Perdana Menteri Tiongkok menggantikan Li Keqiang.
Pelantikannya menandai tonggak penting dalam karier politiknya karena ia adalah orang pertama yang naik ke jabatan perdana menteri dari pemerintahan daerah tanpa pengalaman sebelumnya di tingkat pemerintahan pusat.
Meskipun kurang pengalaman di pemerintahan pusat, Li diperkirakan akan bergantung pada dukungan Xi Jinping untuk menjalankan kebijakan di Dewan Negara.