inter-nasional

CSIS Sambut Positif Kabinet Prabowo Sebut Portofolio Kementerian dan Lembaga Kini Lebih Spesifik

Sabtu, 26 Oktober 2024 | 09:05 WIB
Yose Rizal Damuri (: Istimewa)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Yose Rizal Damuri, menyatakan bahwa pembentukan Kabinet Merah Putih dengan sejumlah kementerian dan badan baru mencerminkan fokus pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada isu-isu yang lebih spesifik.

Pernyataan tersebut disampaikan Yose dalam CSIS Media Briefing bertajuk "Merespons Kabinet Prabowo-Gibran: Implikasi, Risiko, dan Masukan" yang diunggah di kanal YouTube @CSIS Indonesia pada Jumat (25/10).

Baca Juga: Lima Ruko di Pergudangan Mandau Timber di Kubu Raya Terbakar, 31 Mobil Pemadam Dikerahkan

“Ini adalah aspek positif dari terbentuknya kabinet Merah Putih. Meski kabinet terlihat cukup besar, setiap kementerian dan lembaga di dalamnya memiliki portofolio yang lebih khusus, menangani bidang-bidang yang memang membutuhkan perhatian spesifik,” jelas Yose.

Yose mencontohkan bahwa terdapat kementerian khusus yang bertugas mengawal program hilirisasi di Indonesia. Menurutnya, hal ini menunjukkan keseriusan pemerintahan Prabowo dalam menangani isu tersebut.

Baca Juga: BRI dan BKN Perkuat Kerja Sama untuk Tingkatkan Layanan Perbankan bagi Pegawai

“Ada badan khusus yang mengelola program makan bergizi gratis, yang dipantau oleh Badan Gizi. Badan ini bertugas memastikan implementasi program free meal. Langkah seperti ini menunjukkan fokus dan perhatian tertentu dalam pemerintahan saat ini,” tambah Yose.

Selain itu, Yose juga menyoroti penunjukan wakil menteri dengan tugas khusus menangani isu-isu terkait Timur Tengah. “Ini memberikan perhatian lebih besar pada hal-hal yang dianggap krusial atau sangat penting,” lanjut Yose.

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Demokratisasi yang Paling Cepat Dirasakan Rakyat adalah Akses Pendidikan dan Kesehatan

Pada rapat perdana Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/10), Prabowo menyoroti lambatnya birokrasi di Indonesia. Ia mengimbau para menteri untuk mengatasi hambatan atau bottleneck yang kerap menghalangi pelayanan kepada masyarakat.

“Bahkan sering terdengar bahwa birokrasi kita mempersulit, bukan mempermudah urusan rakyat. Ada yang bilang, ‘kalau bisa dibuat sulit, kenapa harus mudah?’ Saya meminta para menteri agar berani dan tidak ragu untuk memberikan pelayanan terbaik bagi rakyat,” tegas Prabowo. ***

 

Tags

Terkini