Kondisi ini juga memicu persoalan infrastruktur, mengingat jumlah gedung yang terbatas di kawasan Istana Negara.
Baca Juga: Lima Ruko di Pergudangan Mandau Timber di Kubu Raya Terbakar, 31 Mobil Pemadam Dikerahkan
Menko PMK Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mengaku belum diberikan lokasi khusus untuk kantornya dan diberitahu oleh Mensesneg bahwa ia akan berkantor di Gedung Kemenko PMK.
"Saya dapat kabar dari Mensesneg Pak Pras, saya akan berkantor di kantor PMK," ujarnya setelah sertijab Menteri di Istana Kepresidenan.
Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, juga mengungkapkan bahwa ia akan berbagi kantor dengan Muhaimin Iskandar.
"Kami sudah diskusi dengan Sesmenko PMK untuk mempersiapkan tempat bagi Pak Menko Muhaimin Iskandar," kata Pratikno.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, mengalami situasi serupa dan menunggu arahan lebih lanjut dari Mensesneg terkait lokasi kantornya.
"Saya belum tahu kantornya, saya ikut saja arahan Mensesneg," ucapnya di Istana Kepresidenan.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, juga belum mendapatkan kejelasan mengenai kantor kementeriannya setelah pemecahan Kemendikbud Ristek RI menjadi tiga kementerian.
"Kita ini kan orang baru di sini. Kita lihat dulu ini, habis ini dilihatkan seperti apa," ujarnya setelah dilantik di Istana Kepresidenan.
Baca Juga: BRI dan BKN Perkuat Kerja Sama untuk Tingkatkan Layanan Perbankan bagi Pegawai
Namun, Fadli meyakini sudah ada pembagian secara garis besar dan menunggu arahan lebih lanjut dari Mensesneg.
Terkait staf, Cak Imin mengaku bahwa gedung kementeriannya belum memiliki staf.
Ia menyerahkan sepenuhnya kepada Sesmen PMK untuk menyediakan staf, termasuk pengisian deputi.
"Mungkin kita cari satu atau dua deputi yang bisa sinkronisasi dunia usaha kecil dengan pemberdayaan sosial," terangnya.