Bahkan, anak sulungnya berhasil masuk Akademi Militer di Magelang dengan tinggi badan 185 cm.
"Saya sudah membuktikan bahwa asupan susu dan makanan bergizi sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan anak," terangnya.
Asmujiono menggambarkan Prabowo sebagai sosok yang tegas namun cerdas, loyal, nasionalis, dan sangat berpegang pada komitmen.
"Kabinet yang sekarang diberi nama Merah Putih sangat sesuai dengan jiwanya. Saya tahu itu, karena saya adalah salah satu saksi hidupnya," jelasnya.
Ia juga meyakini bahwa Prabowo akan bertindak tegas terhadap para menteri yang tidak sejalan dengan visinya.
Saat menjabat sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo pernah mengenang pengalamannya sebagai Danjen Kopassus dan menyebut Asmujiono sebagai sosok yang tidak terlupakan.
Prabowo mengisahkan bahwa Asmujiono hampir gagal masuk Kopassus karena tinggi badannya tidak memenuhi syarat, namun ia memberikan dispensasi karena kekuatan fisiknya yang luar biasa.
Baca Juga: Lima Ruko di Pergudangan Mandau Timber di Kubu Raya Terbakar, 31 Mobil Pemadam Dikerahkan
Keputusan itu membuahkan hasil ketika Asmujiono menjadi bagian dari Tim Ekspedisi Merah Putih pada 1996, yang bertujuan menaklukkan puncak Gunung Everest.
Tak disangka, Asmujiono menjadi orang Indonesia pertama yang berhasil mengibarkan bendera Merah Putih di puncak tertinggi dunia.
“Akhirnya, dialah yang mengangkat Merah Putih di puncak Everest. Ini bukti bahwa kita bisa setara dengan negara lain jika ada kemauan,” ujar Prabowo. ***