inter-nasional

Asmujiono Sujud Syukur saat Prabowo Dilantik Sebagai Presiden, Ini Kisahnya di Kopassus Mulai Bantuan Susu hingga Taklukkan Everest

Jumat, 25 Oktober 2024 | 11:05 WIB
Asmujiono, eks prajurit Kopassus pengibar bendera merah putih pertama kalo di puncak Gunung Everest. (TKN Prabowo Gibran)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Serka (Purn) TNI Asmujiono bersujud syukur setelah menyaksikan pelantikan Prabowo Subianto sebagai Presiden RI melalui siaran televisi.

Rasa syukur ini menjadi bentuk kebanggaannya terhadap Prabowo, mantan komandannya saat bertugas di Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Baca Juga: Prabowo Tiba di Magelang untuk Penggemblengan Kabinet Merah Putih, Warga Sambut dengan Spanduk 'Selamat Bekerja dengan Ikhlas'

"Kemarin saya sujud syukur menyaksikan pelantikan Pak Prabowo. Saya tahu betul perjuangan dan nasionalisme beliau sejak muda," ujar Asmujiono ketika ditemui di rumahnya pada Senin, 21 Oktober 2024.

Asmujiono bercerita bahwa ketika ingin bergabung dengan Kopassus, awalnya ia sempat dinyatakan gagal oleh Prabowo yang saat itu menjabat sebagai Komandan Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Danpusdiklatpassus).

Walaupun ia lolos tes fisik dan sikap, tinggi badannya yang hanya 165 cm tidak memenuhi syarat minimal 168 cm.

Setelah lima kali berusaha menghadap Prabowo, berkat rekomendasi dari Suhartono Suratman, Prabowo akhirnya melunak dan menerima Asmujiono di Kopassus.

Baca Juga: PWI Kalbar Gelar Konkerprov, Susun Program Kerja 2024-2029 untuk Hadapi Era Digital

"Kesempatan itu saya manfaatkan sebaik-baiknya," katanya.

Di Kopassus, Asmujiono ikut dalam berbagai operasi militer, termasuk di Timor Timur dan Aceh.

Ia mengenang bahwa setelah menyelesaikan operasi, prajurit biasanya mendapat cuti.

Namun, ia tidak diberikan cuti dan malah ditunjuk oleh almarhum Doni Monardo, Komandan Batalyon saat itu, untuk mengikuti kursus Sandi Jejak.

Setelah pensiun dari TNI pada 2011, Asmujiono mendapatkan insentif pribadi dari Prabowo.

"Pak Prabowo bilang insentif itu untuk beli susu buat anak-anak saya, karena saya pendek, istri saya juga pendek. Jadi supaya anak-anak tidak pendek, harus minum susu. Saya diberi Rp5 juta setiap bulan sampai sekarang," ujarnya dalam sebuah wawancara pada Februari lalu.

Berkat bantuan tersebut, anak-anak Asmujiono tumbuh dengan baik.

Halaman:

Tags

Terkini