PONTIANAKGLOBE.COM, LEBANON -- Keberhasilan Israel dalam membunuh Hassan Nasrallah, pemimpin Hizbullah, terutama disebabkan oleh kecanggihan intelijen Israel.
Terutama Unit 8200, yang telah lama berupaya menginfiltrasi pertahanan Hizbullah melalui pemantauan komunikasi dan pengawasan intensif.
Salah satu tantangan besar yang dihadapi Israel adalah penggunaan sistem komunikasi tradisional oleh Hizbullah, yang sulit dipantau oleh teknologi modern.
Namun, perang di Suriah pada tahun 2012 mengungkap kelemahan baru dalam sistem komunikasi Hizbullah.
Kelemahan tersebut adalah di mana penggunaan perangkat modern oleh anggotanya membuat mereka lebih rentan terhadap pelacakan.
Dengan menggunakan satelit mata-mata, pesawat nirawak, dan perangkat penyadap siber, Israel secara perlahan berhasil melacak keberadaan Hassan Nasrallah.
Pada akhirnya seperti diketahui Hassan Nasrallah terbunuh dalam serangan udara pada 27 September 2024.
Operasi ini, diduga, juga mendapat dukungan intelijen dari negara-negara Barat. ***