inter-nasional

Guido Ungkap Keanehan saat Syuting Video Klip Nyeker ke Hutan Belantara, Tidak Terluka Sedikit pun

Selasa, 24 September 2024 | 18:47 WIB
Guido menulis lirik lagu Ro Jo Hamu pada selembar karton saay rekaman video klip di kawasan tanah adat Sihaporas, Kecamatan Pematangsidamanik, Kabupaten Simalaungun, Sumatera Utara, 27 Agustus 2024. (Foto Dokumentasi Lamtoras/Putri Ambarita)

PONTIANAKGLOBE.COM, PEMATANGSIANTAR -- Penyanyi Batak alirah punk, Guido Virdaus Hutagalung buka-bukaan tentang kisah rahasia di balik proses rekaman dan pem buatan video klip lagu barunya Ro Jo Hamu (Datanglah).

Single solo Guido, tidak bersama band Punxgoaran, Ro Jo Hamu diluncurkan melalui akun YouTube Guido Hutagalung, Minggu (22/9/2024).

Baca Juga: Profil Alyssa Daguise, Model Cantik Berdarah Prancis-Indonesia yang Dilamar Al Ghazali di Italia

Akun ini dimulai dari nol. Guido menuturkan, lagu Ro Jo Hamu dia persembahkan untuk Tano Batak, sebutan untuk manusia, alam dan budaya orang Batak di Sumatera Utara.

“Karya ini merupakan dedikasi untuk setiap isi Tano Batak; manusia, alam dan budayanya. Semuanya hidup membaur dan berdampingan karena yang paling utama adalah kepedulian serta perdamaian,” tulis Guido dalam narasi lagu Ro Jo Hamu yang diluncurkan melalui akun YouTube, Minggu, 22 September 2023.

Lagu Ro Jo Hamu diciptakan Osen Hutasoit. Komposor/aransement Raden Saragi dan Leo Sinaga. Lagu diciptakan Osen, sebagai buah pemikiran dan keprihatinan sejak setahun lebih terhadap nasib warga tertindas di kawasan Danau Toba.

Dan kebetulan, pada 25 Juli, Guido mengunjungi anak-anak dan ibu-ibu yang tinggal dalam kondisi ketakutan di gubuk perjuangan tanah adat Sihaporas. Lelaki dewasa tidak dijumpainya, sebab trauma karena tiga hari sebelumnya, Senin 22 Juli 2024, terjadi penangkapan lima warga masyarakat adat secara tak wajar. Polisi dari Polres Silmalungun datang dini hari, ajm 03.00 pagi.

“Entah kenapa, hati kecil ini menginginkan untuk nyanyi Solo. Sementara biasanya aku (Guido), bersama Band Punxgoaran. Entah mengapa, untuk lagu ini, aku tergerak untuk sendiri aja,” kata Guido kepada wartawan, Senin (23/9/2024).

Pada saat nyanyi solo ini, lelaki kelahiran Pematangsiantar itu mengajak dua temannya, yang merupakan komposer lagu.

“Setelah lagu jadi, di saat pembuatan video klip, kita berkunjung ke kuburan (Makam) Ompu Mamontang Laut Ambarita (Tuan SIhaporas). Ternyata Ompu Mamontang Laut punya dua istri; boru Sinaga dan boru Sitio. Kedua istri Ompu Mamontang Laut, semarga dengan dua orang komposer lagu tadi,” kata Guido.

Baca Juga: Sebastianus Darwis-Syamsul Rizal Dapat Nomor Urut 2, Serukan Masyarakat Kosongkan Kotak Kosong

“Aku heran, kenapa semua kebetulan berhubungan dengan apa yang aku bawa,” ujar Guido. Ia menyebut kru bernama Leo Sinaga dan Raden Saragih. Dua istri Tuan Sihaporas Ompu Mamontang Laut adalah boru Sinaga (istri pertama) dan boru Sitio (Saragi/Saragih).


Merasakan Campur Tangan

Guido menuturkan kisah pencipatan lagu Ro Jo hamu. Ia mengaku marasakan ada dorongan dari luar tubuh yang menggerakkan hatinya untuk memberikan persembahan lagu kepada masyarakat.

Pada saat diajak teman untuk melihat situasi masyarakat adat diSihaporas, ia ringan langkah berangkat untuk mendengarkan langsung cerita-cerita warga. “Yaa, aku merasa sangat terkejut lah. Ternyata masih ada gitu, lingkungan atau komunitas masyarakat yang sangat mengerikan dan menakutkan terhadap intimidasi sehari-hari baik itu untuk anak-anak ataupun orangtua. Itu yang aku lihat,” kata Guido.

Halaman:

Terkini