PONTIANAKGLOBE.COM, TIMIKA -- Pilot Susi Air, Phillip Mark Mehrtens, dilaporkan mengalami penurunan berat badan yang signifikan setelah disandera selama 1,7 tahun oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua.
Namun, ia tidak menunjukkan gejala Post Traumatic Stress Disorder (PTSD).
Letnan Jenderal TNI Bambang Trisnohadi, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, menyampaikan bahwa Phillip telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan psikologis setelah mendarat di Timika dari Yuguru pada pukul 11.36 WIB.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Phillip dalam keadaan sehat, meskipun berat badannya menurun drastis.
"Setelah mendarat, sesuai prosedur, kami melakukan pemeriksaan kesehatan. Alhamdulillah, kondisinya stabil, meskipun berat badan turun drastis," kata Bambang dalam konferensi pers di Lanud Yohanis Kapiyau Timika, Sabtu, 21 September 2024.
Bambang menambahkan bahwa konseling psikologis juga telah dilakukan dan menunjukkan hasil yang baik, tanpa adanya tanda-tanda PTSD.
Baca Juga: Korban ABK Hilang di Sungai Kakap Kubu Raya Ditemukan, Keluarga Konfirmasi Identitas Asmadi
Karena kondisi kesehatan yang baik, Phillip akan diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani prosedur berikutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bambang mengucapkan terima kasih kepada semua prajurit TNI/Polri dan pihak-pihak terkait atas kerjasama mereka dalam upaya pembebasan Phillip.
Ia juga mengekspresikan rasa terima kasih kepada Presiden Joko Widodo atas dukungan yang diberikan selama penanganan penyanderaan ini.
Bambang tidak lupa memberikan penghormatan kepada prajurit TNI dan Polri yang gugur dalam proses pembebasan sandera.
Baca Juga: Tim Enggang Polresta Pontianak dan Polsek Pontianak Barat Amankan 8 Pemuda Diduga akan Tawuran
Philip Mark Mehrtens berhasil dibebaskan pada hari ini, Sabtu, 21 September 2024, setelah disandera oleh KKB pimpinan Egianus Kogoya di Kabupaten Nduga, Papua, selama 19 bulan.
Pilot asal Selandia Baru ini kini berada di Timika bersama Tim Gabungan TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Damai Cartenz 2024, di mana ia langsung dibawa untuk mendapatkan perawatan medis dan memastikan stabilitas psikologisnya.