PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Wacana tentang susu ikan sebagai alternatif susu sapi dalam program makanan gratis yang diusulkan oleh Prabowo-Gibran sedang menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat Indonesia.
Alternatif ini muncul karena jumlah sapi perah di Indonesia dinilai tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan program tersebut.
Direktur Utama Holding BUMN Pangan (ID FOOD), Sis Apik Wijayanto, menyatakan bahwa Indonesia perlu mengimpor sekitar 2 juta sapi perah untuk mendukung program susu gratis, mengingat saat ini populasi sapi perah domestik hanya sekitar 400 ribu ekor.
Menurut Sis Apik, pengelolaan pangan yang matang sangat penting dalam pelaksanaan program ini.
Sebagai informasi, ID FOOD adalah BUMN yang akan berperan dalam program susu gratis ini.
Ia juga menambahkan bahwa pengadaan susu dari mega farm bisa memakan waktu dua hingga tiga tahun.
Baca Juga: Sinopsis Lembayung, Film Horor Terbaru Arahan Baim Wong Tayang di Bioskop 19 September
Sebagai alternatif, susu ikan bisa menjadi pilihan pengganti susu sapi, meskipun aroma susu ikan masih memerlukan penyempurnaan.
Usulan penggunaan susu ikan sendiri masih dalam tahap kajian.
Pengolahan susu ikan di Indonesia telah menjadi inovasi yang diluncurkan oleh Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) dan Kemenkop UKM pada Agustus 2023.
Baca Juga: Celine Evangelista Marah Besar, Tegur Ria Andrews soal Keterlibatannya dengan Anak-anak
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan bahwa susu ikan tidak sepenuhnya terbuat dari ikan, melainkan terdiri dari Hidrolisat Protein Ikan (HPI) yang dihasilkan dari pengolahan ikan.
HPI mengandung lebih dari 60 persen protein, diperoleh melalui proses hidrolisis yang memecah protein ikan menjadi peptida sederhana dan asam amino.
Ada beberapa perbedaan nutrisi antara susu ikan dan susu sapi yang bisa menjadi pertimbangan konsumen.