inter-nasional

Fudai, Desa yang Selamat Berkat Tanggul Laut Raksasa Bisa Inspirasi untuk Jakarta

Rabu, 4 September 2024 | 21:51 WIB
Ilustrasi tanggul raksasa. (Unsplash.com/JohnGibbons)

Salah satu contoh keberhasilan tanggul laut adalah desa kecil Fudai di Iwate, yang selamat dari tsunami berkat keberadaan tembok besar yang sebelumnya dianggap sebagai langkah ceroboh oleh pemerintah.

Baca Juga: Kunjungan dari Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo dan Junko dari Jepang ke Kantor BPBD Kalimantan Barat

Meski tsunami menghantam pantai berpasir putih di teluk dan meninggalkan puing-puing, tidak ada rumah yang tersapu berkat keberadaan tanggul laut tersebut.

Desa Fudai, dengan sekitar 3.000 penduduk yang tinggal di wilayah pegunungan, berhutang nyawa kepada mendiang walikota mereka, Kotaku Wamura.

"Butuh biaya yang sangat besar, namun tanpa tanggul tersebut, Fudai mungkin sudah musnah," ujar Satoshi Kaneko, seorang nelayan rumput laut yang tinggal di Fudai. Meski gempa besar menghancurkan usahanya, ia tetap bersyukur karena keluarganya dan rumahnya masih selamat.

Hiroshi Fukawatari, Wali Kota Fudai, juga menegaskan, "Efektivitas tanggul laut dan pintu air benar-benar mengesankan."

Proyek Tanggul Laut Raksasa di Jakarta

Kesuksesan proyek tanggul laut raksasa di Jepang menjadi inspirasi bagi Indonesia, yang juga tengah mengembangkan proyek tanggul laut besar di Pantai Utara Jakarta dengan rencana pembangunan sepanjang 46 kilometer.

Saat ini, 13 kilometer telah selesai dibangun, dengan 33 kilometer lagi masih dalam tahap perencanaan dan konstruksi.

Baca Juga: Antarnegara: Junko Seriguci Jepang dan Tim Unika St. Agustinus Hippo ke Stasiun Meteorologi Supadio

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bertanggung jawab untuk membangun 11 kilometer dari tanggul tersebut, sementara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menyelesaikan 22 kilometer lainnya.

Namun, pembangunan tanggul yang menjadi tanggung jawab Pemprov DKI masih menunggu desain dari Kementerian PUPR.

Pembangunan tanggul laut raksasa ini merupakan upaya untuk mengatasi banjir dan rob di Jakarta, serta untuk melindungi pesisir utara Pulau Jawa dari ancaman tenggelam akibat kenaikan permukaan air laut.

Calon Gubernur DKI Jakarta, Ridwan Kamil, baru-baru ini menyatakan keinginannya untuk merealisasikan proyek ini, dengan visi membangun infrastruktur raksasa di utara Jakarta yang juga akan menjadi pusat pengembangan kota.

Wacana kelanjutan proyek Giant Sea Wall ini juga pernah diutarakan oleh Prabowo Subianto, Presiden RI terpilih dalam Pilpres 2024, yang menyebut bahwa proyek ini mungkin membutuhkan waktu hingga 40 tahun untuk diselesaikan.

Halaman:

Tags

Terkini