inter-nasional

Warga Negara Indonesia Hilang Misterius di Gunung Tabai, Bau di Malaysia

Rabu, 28 Agustus 2024 | 04:05 WIB
Seorang pria warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan hilang di kawasan Gunung Tabai, yang merupakan area sering digunakan oleh penambang ilegal untuk mencari emas. (borneo.network)

PONTIANAKGLOBE.COM, BAU -- Seorang pria warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan hilang di kawasan Gunung Tabai, yang merupakan area sering digunakan oleh penambang ilegal untuk mencari emas.

Ketua Polisi Daerah Bau, DSP Jawai Francis Kempas, menyatakan bahwa pihaknya menerima laporan mengenai hilangnya Yoga Anggiska, seorang pria asal Kerinci, Indonesia, pada 23 Agustus lalu sekitar pukul 17.23.

Baca Juga: Tragedi Memilukan! Nizam Tewas Dianiaya Ibu Tiri, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan

"Polisi Bau menerima telepon dari Konsulat Republik Indonesia di Kuching yang menginformasikan bahwa seorang warga negara Indonesia diduga hilang di kawasan Gunung Tabai pada 13 Agustus 2024."

Pada 24 Agustus 2024, operasi pencarian dan penyelamatan dimulai oleh Polisi Diraja Malaysia (PDRM) Bau. PDRM bersama dengan tim penyelamat lainnya seperti Bomba dan Penyelamat Bau, Angkatan Pertahanan Awam Malaysia (APM), serta Sarawak Forestry Corporation (SFC), menurut pernyataan hari ini turun ke lokasi.

Penyelidikan masih aktif dilakukan untuk mengidentifikasi saksi-saksi yang dapat membantu proses penyelidikan.

Baca Juga: Viral! Pria Pamer Saldo ATM Rp200 Miliar, Diduga Untuk Modal Kampanye Pilkada Bupati Pati 2024

"Oleh karena itu, kami meminta kerjasama dari masyarakat yang memiliki informasi terkait individu tersebut untuk melapor ke kantor polisi terdekat atau langsung menghubungi Pegawai Penyiasat Kes, Sarjan Colin Raape, di nomor 017-817 1750."

Baca Juga: PDI Perjuangan Usung Pramono Anung-Rano Karno untuk Pilkada Jakarta, Megawati Beri Instruksi Langsung

"Pihak polisi juga meminta masyarakat untuk tidak membuat spekulasi yang dapat mengganggu ketertiban umum serta menghambat proses penyelidikan yang sedang berlangsung," tegasnya.

Selain itu, masyarakat juga disarankan untuk tidak menyebarkan informasi yang tidak akurat di media sosial. ***

Tags

Terkini