inter-nasional

Mobil Dinas TNI Terparkir di Lokasi Pembuatan Uang Palsu, Begini Penjelasan Kodam Jaya

Sabtu, 22 Juni 2024 | 05:31 WIB
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Jaya, Kolonel Inf Deki Rayusyah Putra, memberikan klarifikasi mengenai keberadaan mobil berplat dinas TNI di lokasi pengungkapan pembuatan uang palsu di Srengseng, Jakarta Barat. (PMJ News)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Jaya, Kolonel Inf Deki Rayusyah Putra, memberikan klarifikasi mengenai keberadaan mobil berplat dinas TNI di lokasi pengungkapan pembuatan uang palsu di Srengseng, Jakarta Barat.

Deki menjelaskan bahwa mobil Toyota Hilux dengan plat dinas 75345-03 yang ditemukan di TKP terdaftar di Paldam (Peralatan Kodam) Jaya atas nama pensiunan TNI Kolonel Chb (Purn) R Djarot.

"Bapak R Djarot sudah pensiun tahun 2021," ungkap Deki dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat, 21 Juni 2024.

Baca Juga: Inara Rusli Ungkap Perasaan Usai Virgoun Ditangkap Narkoba: 'Saya Sudah Melakukan Bagian Saya'

Mobil tersebut terdaftar pada tahun 2020 dan sudah tidak berlaku karena mengikuti masa dinas Djarot yang telah berakhir sejak 2021.

"Nomor tersebut sudah tidak sah digunakan dan mobil itu seharusnya hanya digunakan untuk kegiatan dinas," tambah Deki.

Deki juga mengungkapkan bahwa mobil dinas TNI tersebut dipinjam oleh keluarga Djarot yang berinisial FF, salah satu tersangka dalam kasus uang palsu bersama tiga tersangka lainnya berinisial M, YS, dan MDCF.

Baca Juga: Keuskupan Labuan Bajo Terbentuk: Paus Fransiskus Tunjuk Mgr Maksimus Regus sebagai Uskup Pertama

"Mobil itu dipinjam oleh keluarganya dan diparkirkan di garasi di samping tempat TKP," jelasnya.

Sebelumnya, Subdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap empat orang terkait pembuatan uang palsu.

Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi mengenai peredaran uang palsu di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Setelah menindaklanjuti informasi tersebut, polisi berhasil menangkap tersangka berinisial M di Cengkareng dan kemudian menggerebek lokasi di Srengseng, Jakarta Barat.

Baca Juga: 317 Umat Paroki Singkawang Terima Sakramen Krisma di Gereja St Fransiskus Asisi

Tiga tersangka lainnya adalah FF yang membantu memindahkan mesin cetak dan mengemas uang palsu bersama YS, serta MCDF yang mencari lokasi produksi dari Gunung Putri, Bogor ke Srengseng, Jakarta Barat.

"Tersangka M alias Mul bertindak sebagai koordinator produksi uang palsu," terangnya. ***

Tags

Terkini