inter-nasional

Polisi Gagalkan Penukaran Uang Palsu Rp22 Miliar dengan Uang Asli Bank Indonesia, Begini Modusnya

Sabtu, 22 Juni 2024 | 05:15 WIB
Polda Metro Jaya mengungkap ratusan ribu lembar uang palsu pecahan Rp100.000 senilai Rp22 miliar yang ditemukan di Srengseng, Jakarta Barat. (PMJ News)

PONTIANAKGLOBE.COM,JAKARTA -- Polda Metro Jaya mengungkap ratusan ribu lembar uang palsu pecahan Rp100.000 senilai Rp22 miliar yang ditemukan di Srengseng, Jakarta Barat.

Uang ini dipesan oleh seseorang berinisial P, yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kombes Pol Wira Satya Triputra, Dirreskrimum Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa uang palsu tersebut diproduksi oleh empat tersangka berinisial M, FF, YS, dan MDCF.

Baca Juga: Inara Rusli Ungkap Perasaan Usai Virgoun Ditangkap Narkoba: 'Saya Sudah Melakukan Bagian Saya'

Mereka berencana menukar uang palsu itu dengan uang asli yang akan dimusnahkan oleh Bank Indonesia.

"Uang palsu ini akan digunakan untuk menukar uang asli yang akan didisposal oleh Bank Indonesia," jelas Wira pada Jumat, 21 Juni 2024.

Wira menambahkan, sosok berinisial P tersebut berencana menukarkan uang palsu senilai Rp22 miliar setelah Hari Raya Idul Adha, tepatnya pada Rabu, 19 Juni 2024.

Baca Juga: Heboh! Sissy Priscillia Lempar HP Usai Kecewa Menang Ratusan Juta Rupiah

"Setelah lebaran, saat jam kantor Bank sudah buka, saudara P ini akan mengambil uang sebesar Rp5,5 miliar yang nantinya akan ditukar dengan uang palsu senilai Rp22 miliar," ungkapnya.

Sebelumnya, empat tersangka ditangkap oleh Subdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya dalam kasus pembuatan uang palsu.

Baca Juga: Rea Wiradinata, Selebgram Populer, Hadapi Ancaman Bangkrut dan Utang

Kombes Pol Wira Satya Triputra menjelaskan, kasus ini terungkap berkat informasi mengenai peredaran uang palsu di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Polisi menangkap tersangka berinisial M di Cengkareng dan kemudian menggerebek sebuah lokasi di Srengseng, Jakarta Barat.

Baca Juga: Dewi Perssik Bagi-bagi Daging Kurban di Rumah, Trauma Pengalaman Tahun Lalu

"Tiga tersangka lainnya adalah FF, yang membantu memindahkan mesin cetak dan mengemas uang palsu bersama YS, serta MCDF yang mencari lokasi produksi dari Gunung Putri, Bogor ke Srengseng, Jakarta Barat," tambah Wira.

Halaman:

Tags

Terkini