PONTIANAKGLOBE.COM, SINGAPURA -- Setelah memimpin Singapura selama 20 tahun, Perdana Menteri Lee Hsien Loong mengundurkan diri, mengakhiri era politik keluarga Lee di negara pulau tersebut.
Pada Rabu malam, 15 Mei 2024, Lee resmi menyerahkan kendali kepada Wakil Perdana Menteri dan Menteri Keuangan, Lawrence Wong.
Sejak merdeka pada 1965, Singapura hanya memiliki empat perdana menteri, semuanya dari Partai Aksi Rakyat (PAP) yang berkuasa.
Perdana Menteri pertama adalah ayah Lee Hsien Loong, Lee Kuan Yew, yang dianggap sebagai pendiri Singapura modern dan memimpin negara selama 25 tahun.
Analis menyatakan transisi ini menandai evolusi dalam kepemimpinan politik Singapura, ketika negara ini keluar dari bayang-bayang keluarga Lee.
Meski demikian, Lee Hsien Loong akan tetap berada di kabinet sebagai menteri senior.
Dalam wawancara terakhirnya sebagai perdana menteri dengan media lokal, Lee berterima kasih kepada masyarakat Singapura atas dukungan mereka dan menyatakan, "Saya mencoba mengajak semua orang untuk berlari bersama saya, dan menurut saya, kami berhasil."
Dia juga menambahkan bahwa dia telah berusaha "melakukan sesuatu dengan cara saya," berbeda dari ayahnya dan perdana menteri sebelumnya, Goh Chok Tong.
Lee Hsien Loong masuk ke dunia politik pada 1984 sebagai anggota parlemen ketika ayahnya masih berkuasa.
Dia naik pangkat di bawah Perdana Menteri kedua, Goh Chok Tong, sebelum mengambil alih kepemimpinan pada 2004.
Baca Juga: Sandra Dewi Diperiksa 10 Jam Soal Pisah Harta, Kejagung Telusuri Aset Terkait Korupsi Suami
Tahun-tahun awal karier politiknya ditandai dengan sorotan tajam, dengan beberapa kritikus menuduh keluarga Lee melakukan nepotisme dan menciptakan dinasti politik, tuduhan yang berulang kali dibantah oleh keluarga Lee.
Meskipun demikian, setelah dua dekade menjabat, Lee berhasil mencapai kesuksesan.
Di bawah kepemimpinannya, perekonomian Singapura tumbuh pesat, menjadikan negara ini pusat keuangan internasional dan tujuan wisata utama dunia.