inter-nasional

Tragis! Satu Keluarga di Saparua Meninggal Usai Makan Ikan Buntal

Kamis, 7 Maret 2024 | 12:18 WIB
Ikan Buntal (Pixabay)

PONTIANAKGLOBE.COM, SAPARUA, MALUKU TENGAH -- Tiga warga, seorang ibu dan dua anak perempuan, dilaporkan meninggal dunia akibat keracunan setelah mengonsumsi telur ikan buntal yang digoreng.

Baca Juga: Prabowo Sebut Semua Pemimpin Negara di Dunia Pasti Ingin Perdamaian dan Kemakmuran

Informasi ini dibenarkan oleh Kapolsek Saparua, AKP Yopy Walalayo dari Polresta Pulau Ambon dan PP Lease, pada hari Selasa, 5 Maret 2024, di Negeri Haria, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku.

"Ikan buntal atau yang biasa disebut fugu memang memiliki tingkat racun yang sangat tinggi," ungkap Kapolsek dalam keterangannya yang diterima di Ambon, seperti dikutip dari Antara, Rabu.

Korban yang meninggal akibat keracunan adalah Ny Lenny Latuperissa (28) bersama kedua putrinya, Keisya Berhitu (5) dan Chrismen Berhitu yang berusia dua tahun.

Menurut keterangan dari saksi, Steven Berhitu, yang juga suami dan ayah korban kepada polisi, kejadian terjadi sekitar pukul 08.30 WIT ketika mereka sedang berada di rumah.

Baca Juga: Akhir Tragis Lansia di Rasau Jaya: Meninggal Sendirian di Pondok Kecil

"Saat itu, saksi sedang menggoreng ikan untuk dimakan bersama keluarganya sebelum mereka berangkat ke sungai," ujar Kapolsek.

Karena terburu-buru untuk pergi ke sungai, Ny Lenny bersama kedua anaknya memutuskan untuk mengonsumsi ikan buntal, terutama bagian telurnya yang telah digoreng sebelumnya.

Kemudian, sekitar pukul 08.50 WIT, Ny. Lenny dan Keisya serta Frans Berhitu pergi ke sungai, sementara Chrismen Berhitu tetap tinggal bersama saksi di rumah.

Beberapa saat kemudian, Chrismen mengeluhkan bahwa tubuhnya tiba-tiba terasa lemas kepada ayahnya, Steven, namun pada saat itu saksi menganggapnya sebagai masalah yang biasa.

Sekitar pukul 09.40 WIT, seorang warga bernama Ny Mimi membawa Ny Lenny kembali dari sungai karena kondisinya sudah sangat lemah.

"Isteri saksi meminta suaminya, Steven, untuk segera membawa mereka ke rumah sakit karena merasa lemah dan mengalami sakit pada mulut dan kerongkongan," jelas Kapolsek, merujuk pada keterangan saksi.

Baca Juga: 5 Warung Kopi Legendaris Pontianak: Wajib Dikunjungi Pecinta Kopi!

Sejumlah warga kemudian membantu mengevakuasi ketiga korban ke RSUD Saparua sekitar pukul 10:00 WIT, namun upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawa mereka, dan mereka meninggal dunia sekitar pukul 12:00 WIT.

Halaman:

Tags

Terkini