inter-nasional

Debat Pilpres 2024: Budiman Sudjatmiko Jelaskan Makna Pernyataan Penutup Prabowo

Selasa, 6 Februari 2024 | 09:19 WIB
Budiman Sudjatmiko Beberkan Solusi SDM Prabowo Gibran untuk Mencapai Indonesia Emas.

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Wakil Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Budiman Sudjatmiko, memuji tingginya kualitas debat terakhir yang diselenggarakan pada hari Minggu lalu.

Ia menyebutnya sebagai debat paling prestisius dalam sejarah politik Indonesia.

Baca Juga: Mengenal Stiff-person Syndrome, Kelainan Neurologis yang Diderita Celine Dion

Selaku dewan pakar pasangan nomor urut 2, Budiman secara khusus menyoroti pernyataan penutup dari Calon Presiden Prabowo Subianto, menjelaskan secara rinci makna yang terkandung dalam pernyataan tersebut.

"Ini adalah debat pamungkas, bukan hanya karena urutan, tetapi juga karena ini adalah ibu dari seluruh debat politik di Indonesia. The Mother of All Political Debates in Indonesia. Dan Pak Prabowo memberikan penghormatannya, menjadikan panggung tersebut memancarkan semangat kenegarawanan dan kepemimpinan," ujar Budiman di Jakarta, Senin, 5 Februari 2024.

Budiman menjelaskan bahwa Prabowo menyampaikan permintaan maaf yang sangat tulus kepada semua pihak, termasuk teman debat dan penyelenggara Pemilu.

Baca Juga: Film Dokumenter Celine Dion I Am: Celine Dion Menyoroti Perjalanan Sintas Kehidupannya

"Ini adalah sifat kenegarawanan dasar, bahwa beliau berdiri sebagai pemimpin bangsa, bukan sebagai pemimpin golongan tertentu. Pak Prabowo menegaskan, musuh beliau bukan Pak Anies dan Pak Ganjar, sekeras apapun perdebatan yang pernah terjadi. Musuh beliau adalah kemiskinan dan keterbelakangan," jelas Budiman.

Budiman juga menyoroti fakta bahwa Prabowo merupakan satu-satunya Calon Presiden yang mengapresiasi jasa para presiden Indonesia secara terbuka.

"Beliau menekankan pentingnya kesatuan keberlanjutan, mengingatkan kita semua akan apa yang telah dilakukan pemimpin-pemimpin sebelumnya, dan bagaimana kita dapat melanjutkannya. Ini adalah kesatuan dari Indonesia merdeka hingga hari ini."

Selanjutnya, Budiman menjelaskan satu per satu makna terima kasih yang disampaikan oleh Prabowo.

Baca Juga: Awkarin Mengumumkan Berakhirnya Hubungan dengan Jonathan Alden Setelah Satu Tahun Pacaran, Ternyata Begini Kisah Sebenarnya

Pertama, Bung Karno diapresiasi karena meletakkan dasar-dasar kebangsaan modern dengan pidato 1 Juni dan lahirnya Pancasila. "Ini adalah fondasi terbesar bangsa Indonesia yang masih kita pegang teguh sampai hari ini," tuturnya.

"Selanjutnya, Pak Harto adalah pelopor pembangunan ekonomi modern setelah Bung Karno. Lalu, Pak Habibie menyadarkan bangsa Indonesia akan pentingnya pembangunan SDM dan pembangunan berbasis teknologi untuk mendorong Indonesia cinta ilmu pengetahuan," lanjut Budiman.

Presiden Gusdur, menurut Budiman, membangkitkan kembali prinsip toleransi dalam bangsa Indonesia.

Halaman:

Tags

Terkini