PONTIANAKGLOBE.COM, Lubuk Basung, Sumatera Barat -- Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali meletus dengan suara dentuman dan gemuruh pada Sabtu (6/1) malam.
"Tadi malam sekitar jam 20:45 WIB, setidaknya tiga kali terjadi dentuman keras. Warga kami melihat adanya cahaya kemerahan keluar dari kawah puncak Marapi. Warga merasa takut karena tidak adanya peringatan dini erupsi," kata Kepala Nagari atau Desa Bukit Batabuah, Kecamatan Candung, Agam Firdaus, Minggu.
Baca Juga: Gunung Semeru Hari Ini Erupsi Minggu 4 Desember 2022, Keluarkan Awan Panas Guguran
Selain cahaya seperti percikan api, Gunung Marapi juga mengeluarkan suara gemuruh yang terdengar cukup lama.
"Suara gemuruh terdengar sampai sekitar 10 menit, bahkan sebagian warga merasakan adanya getaran seperti gempa bumi saat dentuman. Pintu rumah sampai bergoyang. Sebagai kepala desa, saya mengkhawatirkan keselamatan warga jika erupsi terus berlanjut," ujarnya.
Firdaus tetap mengimbau warganya yang berada di sekitar Gunung Marapi untuk tetap waspada. Namun, ia menyayangkan minimnya informasi tentang kondisi Marapi sebelum terjadi erupsi.
Baca Juga: Gunung Merapi Erupsi, Sejumlah Desa di Kabupaten Magelang Terdampak Abu Vulkanik
"Selama ini informasi yang kita terima baru setelah gunung meletus. Kalau bisa, kami meminta adanya keterangan seiring meningkatnya status Marapi, sehingga kami dapat mengambil langkah antisipasi," katanya.
Petugas Pengamat Gunung Api (PGA) mencatat lebih dari 100 letusan terjadi sejak awal periode erupsi pada awal Desember 2023.
"Total hingga saat ini terjadi 113 letusan Gunung Marapi sejak Minggu (3/12) 2023. Pada Desember 2023, terjadi 107 kali dan enam kali di 2024, termasuk tiga kali pada Sabtu (6/1)," ungkap petugas PGA, Teguh Purnomo.
Baca Juga: Gunung Marapi di Sumatera Barat Meletus, Kolom Abu Mencapai Ketinggian 3.000
Dalam imbauannya, sesuai Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) nomor 15 tahun 2011, warga di pemukiman diminta untuk tetap tenang karena saat ini Gunung Marapi berada di level waspada, yang berarti masyarakat masih dapat melanjutkan aktivitas dengan meningkatkan kewaspadaan.
"Masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas di sekitar kawah atau dalam radius tiga kilometer. Jangan menyebarkan informasi palsu (hoaks) dan tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya. Masyarakat diharapkan selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah," tambahnya.
Gunung Marapi, yang terletak di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, telah meletus sejak Minggu, 3 Desember 2023, menimbulkan korban jiwa sebanyak 24 orang dari kalangan pendaki yang terjebak saat gunung mengalami letusan. ***