Selain itu, hanya ada satu rumah kayu untuk urusan timbang menimbang beban. Ketidaktelitian dalam menimbang akan mengakibatkan fatal bagi perjalanan pesawat.
Dari bandara yang sangat kecil ini, menyusuri jarak 10 kilometer masuk ke dalam kampung Agung Baru, dengan menggunakan mobil atau motor.
Baca Juga: Jadwal Liga Inggris Nanti Malam: Tottenham Geruduk Markas Brighton, Arsenal Lawan West Ham United
Kita harus melewati 4 jembatan rusak dan harus ekstra hati-hati untuk melewatinya.
"Kejeblos" dalam jembatan ini bisa berarti malapetaka bagi si pengemudi ataupun juga bagi penduduk kampung.
Untuk memasuki kampung, mobil harus berhenti di tempat mulut jembatan gantung yang hanya untuk orang berjalan ataupun motor.
Katanya, jalan yang dilewati adalah jalan negara.
Namun, perawatan serta pemelihataan sama sekali tidak ada.
Tidak ada pilihan!
Mereka hidup dari kemurahan hati hutan yang ada di sekitar perkampungan. Itu adalah "supermarket" yang menyediakan segala kebutuhan hidup orang sekitarnya.
Gratis tetapi dibutuhkan nyali besar dan ketahanan fisik untuk mendapatkannya.
Masyarakatnya sudah mengenal Listrik.
Hanya saja, listrik genset yang bahan bakarnya dari Malaysia.
Listrik hidup pada saat matahari terbenam hingga sekitar pukul 21.00.