"Saya ingin ajukan permohonan maaf sebesar-besarnya seandainya video saya terakhir tentang politik dinasti telah menimbulkan ketersinggungan dan kegaduhan terutama di Daerah Istimewa Yogyakarta," kata Ade Armando dalam video tersebut.
Dalam klarifikasinya, Ade Armando menjelaskan bahwa kritiknya ditujukan kepada mahasiswa yang, menurutnya, berbicara tentang politik dinasti tanpa pemahaman yang cukup.
Permintaan maaf ini diharapkan dapat meredakan ketegangan dan mengembalikan fokus pada substansi permasalahan politik dinasti di Yogyakarta. ***