PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Pernyataan Politisi PSI, Ade Armando, yang mengomentari dinasti politik di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menciptakan kontroversi, bahkan memicu aksi geruduk Kantor DPW PSI DIY.
Ade Armando kini mengungkapkan permintaan maaf terbuka terkait pernyataannya tersebut.
Baca Juga: Mengenal Scar King, Antagonis di Godzilla x Kong: The New Empire!
Awalnya, Ade Armando mengkritik para mahasiswa, terutama BEM Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gajah Mada (UGM), yang melakukan aksi protes terkait politik dinasti.
Ade Armando menilai bahwa DIY yang menjadi tempat aksi seharusnya yang lebih patut dikritik karena praktik politik dinasti.
Baca Juga: Billie Eilish Akui Tertarik dengan Perempuan
Dalam unggahan di akun Twitter-nya (@adearmando61), Ade Armando mencatat keironisan BEM UI dan BEM UGM yang, menurutnya, tidak menyuarakan perlawanan terhadap politik dinasti yang jelas-jelas berlangsung di Yogyakarta.
Baca Juga: Anggita Sari dan Rindra Pramadyo Telah Resmi Menikah, Keluarga Fuji Turut Hadir
Ade Armando kemudian menyinggung nama calon presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, menyebut bahwa Ganjar berperan dalam menciptakan politik dinasti di Yogyakarta melalui undang-undang.
"Pertanyaannya, kenapa mahasiswa diam saja menyaksikan politik dinasti yang jelas-jelas bertentangan dengan konstitusi ini? Apakah mereka takut? Atau memang nggak paham apa arti politik dinasti? Ayo gunakan akal sehat, karena hanya dengan akal sehat Indonesia akan selamat," ungkapnya.
Permintaan Maaf
Setelah kontroversi yang timbul, Ade Armando menyampaikan permintaan maaf melalui video yang diunggah di akun Twitter-nya pada Senin, 4 Desember 2023.
Baca Juga: Yesa Bocah 7 Tahun yang Ditemukan Meninggal di Sandai Ketapang Pernah Dicubit Pakai Tang
Dia menyadari bahwa pernyataannya menimbulkan kegaduhan, khususnya di DIY.