PONTIANAKGLOBE.COM, YERUSALEM -- Israel pada Rabu, 22 November 2023 merilis daftar 300 tahanan Palestina yang akan dibebaskan sebagai bagian dari kesepakatan pertukaran sandera dengan Hamas.
Daftar tersebut, yang dirilis oleh Kementerian Kehakiman Israel, mencakup nama, usia dan kasus yang diklaim sebagai bentuk pelanggaran.
Pada awalnya, hanya 150 tahanan yang diperkirakan akan dibebaskan.
Namun, laporan dari BBC menyebut ada 300 nama di situs tersebut.
Daftar tersebut termasuk berbagai macam tahanan, mulai dari remaja hingga pria lanjut usia.
Beberapa tahanan yang akan dibebaskan termasuk mereka yang dipenjara karena melakukan serangan terhadap Israel, serta mereka yang dipenjara karena aktivitas politik.
Pembebasan tahanan ini merupakan bagian dari kesepakatan pertukaran sandera yang dicapai antara Israel dan Hamas pada bulan Mei 2023.
Dalam kesepakatan tersebut, Israel setuju untuk membebaskan 50 tahanan Palestina, termasuk beberapa tahanan yang dipenjara karena melakukan serangan terhadap Israel.
Sebagai imbalannya, Hamas setuju untuk membebaskan dua warga Israel yang telah diculik pada tahun 2014.
Baca Juga: Tentara IDF Israel Berbagi Foto di Parlemen Hamas yang Berhasil Mereka Taklukkan
Pembebasan tahanan Palestina ini disambut dengan baik oleh pihak Palestina.
Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyebut pembebasan tersebut sebagai "langkah penting dalam upaya untuk mencapai perdamaian." Namun, pembebasan tersebut juga menuai kritik dari pihak Israel.
Perdana Menteri Israel Yair Lapid menyebut pembebasan tersebut sebagai "keputusan yang berbahaya" yang akan membahayakan keamanan Israel.