Sementara itu, Ganjar dalam sambutannya mengapresiasi BP2MI yang telah memberikan pelatihan dan bimbingan kepada para PMI.
Baca Juga: Perbaikan Kultur dan Regulasi Perlu untuk Kurangi Dampak Pencemaran Sungai
"Pelatihan manajemen keuangan dan uangnya pasti akan dikirim. Pasti akan di konsumsi. Maka saya bilang, kalau ada waktu, adalah pelatihan keuangan. Sambil membuat pelatihan usaha,” ujar Ganjar.
Dia mengingatkan para PMI agar mempelajari dengan baik pelatihan yang diberikan agar memiliki manajemen keuangan yang baik. Dengan begitu, saat kembali ke tanah air, mereka dapat memaksimalkan penghasilan untuk membuka usaha.
Baca Juga: Perhutanan Sosial Bawa Segudang Manfaat Bagi Ekonomi Rakyat
"Pekerja migran itu mendapatkan uang dan uangnya disimpan di tabung. Manajemennya harus tertib, berapa yang diberikan kepada keluarganya, ke istrinya, anaknya, barangkali. Lalu akan di konsumsi. Ada yang dikirimkan untuk usaha," tandasnya.
Dari total 1.500 PMI yang akan diberangkatkan ke Korea Selatan, terbanyak berasal dari Jawa Tengah, yakni 673 orang. Disusul oleh Jawa Timur sebanyak 413 orang, dan Jawa Barat sebanyak 111 orang. PMI ke Korsel juga berasal dari luar Pulau Jawa, seperti Kalimantan, Kepulauan Riau, dan Jambi.