"Seperti di Demak. Saya menemukan ada kuburan yang terendam air laut. Tak tau salah siapa," ucap Adi menceritakan pengalamannya saat meliput kehidupan warga di pesisir Pantura ini.
Baca Juga: 10 Alasan Mengapa Life Skill Berenang Wajib Diajarkan kepada Anak Sejak Dini
Hal sama juga ditemukannya di Pulau Pari.
"Mereka lagi menggunggat perusahaan semen. Dimana air laut naik hingga mengenangi rumah warga disana. Ketika rumah kita di satu Pulau kemudian tererdam banjir," jelas dia.
Baca Juga: Cara Manchester United Lolos ke 16 Besar Liga Champions UEFA 2023/2024, Jalan Terjal Setan Merah
Adi menyayangkan lantaran soal isu lingkungan dan kelautan ada semacam gap informasi.
"Mungkin karena banyak yang tinggal di kota. Jadi tak merasakan langsung. Kemudian porsi berita soal lingkungan tak berimbang dengan pemberitan lain. Apalagi isu kelautan tak seperti isu lain," jelas dia.
Adi berharap, jurnalis bisa menaruh perhatian lebih terhadap kondisi lingkungan, mengingat dampaknya terhadap kehidupan yang sangat besar.
"Peran jurnalis dalam membuat konten tentang menyelamatkan lingkungan diperlukan ditengah kondisi saat ini," ucap Adi.
Acara GPC, yang berlangsung hingga Kamis, 9 November 2023, menghadirkan berbagai learning session, talk show, dan konferensi yang melibatkan ratusan peserta dari berbagai kalangan, termasuk pers, organisasi non-pemerintah, dan mahasiswa.
Pada hari terakhir, SIEJ, sebagai penyelenggara GPC, mengundang tiga Calon Presiden Republik Indonesia -- Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto -- untuk hadir menyampaikan rencana kerangka kebijakan terkait lingkungan hidup yang mereka siapkan jika terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia. ***