Dalam konteks seperti itu, Pesparani III, kata Sebastian, hadir untuk mengingatkan kepada seluruh komponen bangsa bahwa pertarungan politik boleh dilakukan sebagai bagian dari demokrasi.
Namun pesan kebangsaan dan pesan moral sangat penting adalah Pancasila, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKR), dan kebhinekaan tetap harus dijaga.
"Kita semua dari Sabang sampai Merauke jangan pernah lelah menjaga Pancasila, UUD 1945 dan kebhinekaan. Oleh karena itu, seluruh rangkaian acara ini disaripatikan dalam tema Kebersamaan dalam Keberagaman. Kita berharap seluruh kekuatan bangsa ini betul-betul dirajut dan dimanfaatkan untuk pembangunan bangsa," katanya.
Oleh karena itu, menurut Sebastian Salang, Pesparani III menjadi momen yang sangat berharga, bukan menjadi momen iman, tetapi juga momen budaya sekaligus momen kebangsaan.
Baca Juga: Carlo Ancelotti Mengonfirmasi Jude Bellingham Jadi Starter di El Clasico
Tentang acara ini, Sebastian mengungkapkan, Pesparani III ini yang berlangsung sejak 27 Oktober 2023 hingga 1 November 2023 melombakan 14 cabang dan dihadiri 6.883 orang dari 38 provinsi seluruh Indonesia.
"Kehadiran dan partisipasi ibu bapak semua adalah semangat yang selalu mengingatkan bahwa indonesia dengan segala keberagamannya adalah kekuatan yang terus menopang negeri ini," pungkas Sebastian.
Sementara itu, acara pembukaan Pesparani III ini berlangsung sangat meriah.
Baca Juga: Selebgram Semarang Buang Bayinya di Bandara, Diduga Takut Ketahuan Pacar Baru dari Singapura
Acara pembukaan diawali dengan defile para perwakilan delegasi 38 provinsi mulai dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam hingga Papua Selatan.
Defile ini diiringi oleh lagu-lagu khas di provinsi masing-masing.
Lagu-lagu ini membuat para peserta yang memenuhi Ancol Beach City International Stadium membuat para peserta bergoyang dan ikut berdendang.
Acara pembukaan ini juga penuh warna dan ceria karena setiap kontingen mengenakan pakaian daerah masing sehingga suasana pesta dan kegembiraan sangat terasa. ***