Selesai perkenalan dan saling menyampaikan salam, rombongan Kerajaan Malaysia bersama tuan rumah menuju sisi barat Bangsal Sewatama.
Di situ mereka disuguhi display 11 batik yang dibuat secara khusus oleh GKBRAA Paku Alam.
Di bangsal ini, pertukaran cinderamata dari kedua belah pihak di Bangsal Sewatama terjadi.
Ini merupakan acara resmi sebelum rombongan kerajaan Malaysia dan para tamu undangan memasuki gala dinner.
Menunya luar biasa dan semuanya makanan tradisional.
Tersaji antara lain daging balapih, kakap goreng panir, puding ketan hijau hingga sereh jeruk nipis.
Aura kekeluargaan dan keakraban pecah sudah ketika sambil santap malam, para tamu mendapat suguhan dua tarian serta peragaan batik seri Asthabrata karya dari GKBRAA Paku Alam.
"Saya dan Permaisuri Tunku Azizah menang sudah berteman sejak lama. Sebelumnya, saya pun berkunjung ke Kerajaan Malaysia jadi ini kunjungan balasan. Saya senang sekali beliau datang kesini karena sekaligus kita pertukaran budaya. Sebenarnya beliau sudah sering kesini, ini ketiga atau keempat kalinya ke Pura Pakualaman. Tetapi kali ini yang resmi," ujar Gusti Putri Paku Alam X.
Kadipaten Pakualaman, Gusti Putri Paku Alam X menjelaskan, menampilkan dua tarian khas Pura Pakualaman yaitu Beksan Tyas Muncar yang diciptakan pada masa KGPAA Paku Alam III.
Tarian ini bersumber dari Beksan Lawung Ageng Keraton Yogyakarta.
Tarian kedua yaitu Beksan Lawung Alit yang diciptakan pada masa KGPAA Paku Alam X.
Tak hanya sekedar penampilan tarian khas Pura Pakualaman semata, ditampilkan pula pameran dan peragaan batik karya Gusti Putri Paku Alam X yang menampilkan batik seri Asthabrata.
Permasuri KGPAA Paku Alam X ini memang piawai membatik.
Dan batik-batik yang dibuatnya diambil dari Astabrata, ajaran nilai luhur kepemimpinan yang yang ada di Pura Pakualaman.
Untuk melestarikan budaya batik, Gusti Putri Paku Alam X mendirikan sekolah membatik di lingkungannya.