inter-nasional

Caturida Meiwanto Doktoralina Phd: Ini Alasan 70.000 Lebih UMKM di Aceh Harus Digenjot

Jumat, 15 September 2023 | 17:03 WIB
Dekan Fakultas Bisnis dan Ilmu Sosial (FBIS) Universtias Dian Nusantara (UNDIRA), Caturida Meiwanto Doktoralina PhD bersama sejumlah pihak. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, ACEH -- Dekan Fakultas Bisnis dan Ilmu Sosial (FBIS) Universitas Dian Nusantara (UNDIRA), Caturida Meiwanto Doktoralina PhD menegaskan bahwa 74.810 UMKM di Aceh harus mendapat perhatian.

Ini merupakan prasyarat agar Aceh dapat tumbuh mandiri secara ekonomi.

Alasannya adalah, Aceh merupakan daerah otonom khusus dengan basis perkembangan ekonomi yang berbeda.

Baca Juga: Harimau Aceh Hendak Dijual, Tersangka Siap Dipenjara

Jika puluhan ribu umkm tersebut bergerak secara pasar, diharapkan, Aceh memiliki ketahanan ekonomi pada 2045, saat Indonesia merayakan seratus tahun kemerdekaannya.

Artinya, waktu tersisa hanya 22 tahun untuk ekonomi Aceh bangkit.

Pernyataan Catur tersebut diungkapkan setelah penandatanganan kerjasama antara UNDIRA dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBIS) UIN Ar-Raniry, pada Kamis, 14 September 2023.

Penandatangan itu dihadiri juga Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Mujiburrahman. Catur juga menegaskan bahwa kerjasama tersebut juga diharapkan dapat meneruskan capaian yang telah dilakukan oleh pemerintah Aceh.

Baca Juga: Sudah Tahu Sejarah Rencong di Indonesia ? Senjata Tradisional Aceh Masuk Daftar Warisan Budaya Benda Indonesia

"Aceh itu khusus. Oleh karenanya, pendekatannya harus khusus dan tidak dapat menggunakan sistem ekonomi yang kita kenal selama ini. Oleh karena itu, saya melihat bahwa puluhan ribu UMKM itu sebagai kendaraan untuk mencapai kemakmuran di Aceh. Umkm yang tidur harus dibangunin, yang sudah bergerak harus dipacu agar bergeraknya lebih cepat, yang belum ada sesuai kebutuhan akan dimunculkan,” ujar Caturida, yang juga Taprof Bid. Ekonomi Lemhannas RI itu.

Catur juga meyakini bahwa kerjasama kedua perguruan tinggi tersebut akan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi Aceh.

Baca Juga: Peringatan 18 Tahun Tsunami, 18 Film Karya Sineas Aceh Diputar

Selain mengurangi angka kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, kerjasama itu diharapkan dapat mempertahankan bahkan meningkatkan kinerja ekonomi yang telah dilakukan pemerintah Aceh.

Dalam pidatonya pada Jumat 08 September 2023, PJ Gubernur Achmad Marzuki menjelaskan capaian yang telah dilakukan pemerintah. Pada tahun 2023, pertumbuhan ekonomi meningkat menjadi 4,23% dari 2,79% pda tahun 2021.

Tingkat inflasi yang sempat meningkat pada tahun 2022 sebesar 5,89%, pada bulan Agustus 2023 menjadi 2,39%.

Halaman:

Tags

Terkini