Belajar Budaya Maluku Pung Carita

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Senin, 29 Mei 2023 | 07:34 WIB
Kegiatan edukasi budaya bertema Maluku Pung Carita pada Sabtu 27 Mei 2023 di Aula Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin di Jakarta. (Dok. Pontianak Globe )
Kegiatan edukasi budaya bertema Maluku Pung Carita pada Sabtu 27 Mei 2023 di Aula Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin di Jakarta. (Dok. Pontianak Globe )

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Komunitas Perempuan Berkebaya berkolaborasi dengan komunitas Ina Gandong menyelenggarakan kegiatan edukasi budaya bertema "Maluku Pung Carita" atau Maluku Punya Cerita pada Sabtu 27 Mei 2023 di Aula Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin di Jakarta.

Acara edukasi budaya dihadiri perwakilan dari puluhan komunitas perempuan dan pencinta dan penggerak budaya yang ada di Jabodetabek dan dihadiri oleh Ketua Komisi Nasional Indonesia Dr. Itje Chodidjah yang dalam sambutannya memberikan penjelasan mengenai pendaftaran sebuah elemen budaya menjadi warisan budaya dunia tak benda ke badan PBB urusan pendidikan dan kebudayaan UNESCO secara sendiri atau _single nomination_ atau bersama-sama dengan negara lainnya secara bersama-sama atau _multi-national nomination_.

Hal ini terkait dengan informasi adanya rencana Indonesia untuk bersama dengan Belanda mengajukan cara memakan papeda yang merupakan salah satu kekhasan budaya kuliner dari Maluku sebàgai warisan budaya dunia tak benda ke UNESCO.

"Pulau Buru memang jauh dari Pulau Saparua. Maluku memang gudang keragaman budaya. Yuk, dukung pengajuan _slurping_ (papeda) sebagai warisan budaya dunia," ujar Dr. Itje saat menutup sambutannya dengan sebuah pantun.

_Slurping_ atau menyeruput atau yang dikenal orang Maluku sebagai hisap papeda adalah cara memakan makanan pokok khas Maluku ini.

Dalam acara ini, tamu undangan disuguhkan dengan penganan khas Maluku seperti ampas tarigu yang merupakan roti khas setempat, nasi pulit unti dan gogos semacam lemper yang dibakar.

Acara utama adalah belajar membuat papeda dan bagaimana cara memakannya atau _slurping_ papeda.

Kemudian dilanjutkan dengan memperkenalkan busana tradisi dan wastra Maluku, khususnya beragam corak tenun dari Tanimbar.

Kebaya Maluku yang beragam serta peruntukkannya dengan penggunaan _baju cole_ sebagai pakain dalamnya diperkenalkan kepada para tamu, termasuk juga baju kurung dari Maluku yang dikenal sebagai _baju cele_ dengan berbagai peruntukkannya termasuk untuk pakaian pengantin.

Lalu ada kebaya dansa yang merupakan pakain tradisi laki-laki di Maluku.

Bicara soal Maluku tidak lengkap dengan lagu-lagu dan tarian.

Persembaha lagu dari Noel Risakotta berjudul Kapitan Pattimura menegaskan tujuan penyelenggaraan acara edukasi budaya tersebut yaitu dalam rangka memperingati hari Pattimura yang jatuh pada tanggal 15 Mei, peringatan hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei dan hari lahir Pancasila pada 1 Juni.

Lagu Papaceda dibawakan oleh Faye Risakotta yang merupakan vokalis JFK bersama dua saudara laki-lakinya Josh dan Kaleb.

Penampilan Biola Cantik mengantar tamu undangan turun menari dengan persembahan lagu Waktu Hujan Sore-Sore.

Kegiatan belajar budaya Maluku ditutup dengan menyanyikan lagu Gandong oleh semua yang hadir yang merupakan lagu persaudaraan masyarakat Maluku. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X