Presiden Jokowi Dorong Para Pemimpin ASEAN Selesaikan Isu Kekerasan di Myanmar

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 11 Mei 2023 | 17:32 WIB
Presiden Jokowi dan para pemimpin tertinggi negara-negara ASEAN di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Indonesia. (Pontianak Globe/BPMI Setpres Forlop Ind)
Presiden Jokowi dan para pemimpin tertinggi negara-negara ASEAN di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Indonesia. (Pontianak Globe/BPMI Setpres Forlop Ind)

PONTIANAKGLOBE.COM, LABUAN BAJO -- Presiden Joko Widodo membuka Sesi Retreat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-42 ASEAN yang digelar di Komodo Ballroom, Meruorah Convention Center, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis, 11 Mei 2023.

Dua hal utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut yaitu implementasi dari "Lima Poin Kesepakatan" atau "Five Point Consensus" dalam menyelesaikan isu Myanmar dan implementasi ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP).

BACA JUGA: Polisi Siapkan Konsep Baru Pengamanan Liga 1, Begini Respon Ketua PSSI Erick Thohir

BACA JUGA: 8 Cara Agar Kamu Tetap Cuan saat Memutuskan Membeli Mobil Bekas

Dalam sambutannya, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa sebagai ketua ASEAN, Indonesia terus berupaya agar ada langkah maju dari implementasi "Lima Poin Kesepakatan".

Melalui hubungan dengan berbagai pihak, Indonesia terus berupaya mendorong terciptanya dialog yang inklusif, menyerukan penghentian kekerasan, dan memfasilitasi penyelesaian joint needs assesment melalui Pusat Koordinasi Bantuan Kemanusiaan dan Pengelolaan Bencana ASEAN atau AHA Centre, dan menyalurkan bantuan kemanusiaan.

BACA JUGA: 5 Alasan Mengapa Kamu Harus Segera Mengganti Oli Mesin Sesaat Setelah Membeli Mobil Bekas

BACA JUGA: Makan Gorengan Tak Melulu Tak Sehat untuk Kesehatan. Begini Resep Gorengan Sehat

"Namun, saya harus berterus terang bahwa implementasi 'Five Point Consensus' belum ada kemajuan yang signifikan sehingga diperlukan kesatuan ASEAN untuk merumuskan langkah-langkah ke depan," ujar Presiden.

Di sisi lain, Presiden Jokowi juga ingin memastikan bahwa isu Myanmar tidak menghambat percepatan pembangunan komunitas ASEAN.

"Pembangunan komunitas ini adalah yang ditunggu oleh masyarakat ASEAN," imbuhnya.

Sementara itu, terkait dengan implementasi AOIP, Presiden memandang perlunya kerja sama konkret dan inklusif untuk mengurangi ketegangan di Indo-Pasifik.

Salah satu upayanya, antara lain melalui ASEAN Indo-Pacific Infrastructure Forum.

"Salah satunya dapat melalui ASEAN Indo-Pacific Infrastructure Forum sebagai platform kerja sama konkret bersama negara mitra," tandasnya.

Untuk diketahui, "Lima Poin Konsensus" terkait Myanmar disepakati para pemimpin ASEAN pada tahun 2021 lalu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: BPMI Setpres

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X