"Yang menarik sekarang adalah XBB.1.16. Ini hanya menarik karena seseorang memberinya nama seksi bernama Arcturus," katanya.
"Tapi sebenarnya dari semua varian strain sekarang, tidak ada satu pun yang kami perhatikan sangat dominan. Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa salah satu dari mereka menyebabkan penyakit yang lebih parah."
Singapura pada bulan Februari menurunkan langkah-langkah COVID-19 dan peringatan penyakitnya ke level terendah sejak pandemi dimulai .
Angka infeksi COVID-19 sekarang diperbarui setiap minggu.
Bagaimana perkiraan beban kasus COVID-19? Kementerian Kesehatan (MOH) memperkirakan ada 14.467 kasus COVID-19 di Singapura dalam sepekan dari 19 Maret hingga 25 Maret (minggu pidemiologis 12). Minggu berikutnya, perkiraan beban kasus meningkat menjadi 28.410.
Ini turun menjadi 16.018 kasus pada minggu ke-14 epidemiologis – dari 2 April hingga 8 April – data terbaru menunjukkan.
Jumlah kasus COVID-19 di Singapura setiap minggu diperkirakan berdasarkan Program Pengawasan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) Nasional, kata MOH kepada CNA.
Program tersebut saat ini dilakukan di poliklinik untuk memantau tren infeksi COVID-19 dan virus pernapasan lainnya di masyarakat.
Karena pengujian COVID-19 tidak lagi diperlukan secara rutin setelah Singapura kembali ke DORSCON Green, jumlah kasus COVID-19 yang dilaporkan diperkirakan "kurang mewakili situasi sebenarnya", kata MOH.
Untuk mendapatkan perkiraan jumlah kasus COVID-19 lokal yang lebih akurat, kementerian memperhitungkan jumlah kehadiran ISPA di poliklinik, proporsi sampel ISPA poliklinik yang dinyatakan positif COVID-19 untuk setiap minggu epidemiologi, dan share kasus ISPA nasional yang berobat di poliklinik.
Depkes mengatakan bahwa peningkatan perkiraan beban kasus dari minggu ke-9 epidemiologis ke minggu ke-12 disebabkan oleh peningkatan proporsi sampel positif COVID-19 yang terdeteksi melalui program pengawasan.
"Seperti semua penyakit endemik, kami tidak lagi memiliki data yang sangat terperinci tentang infeksi COVID-19," kata Mr Ong, menambahkan bahwa Kementerian Kesehatan terus memantau virus corona dengan cermat melalui pengambilan sampel pasien yang menunjukkan gejala pernapasan akut dan pengujian sampel air limbah untuk virus. fragmen.
Sementara perkiraan infeksi harian telah meningkat, Menteri Kesehatan mengatakan ini adalah sebagian kecil dari 20.000 atau lebih kasus harian yang dialami Singapura selama puncak pandemi.
"Penilaian kami, minggu ini, jumlahnya mungkin sudah stabil, bahkan mungkin turun," tambahnya.
Meskipun gelombang saat ini tidak parah, Pak Ong mengingatkan bahwa beban kasus tambahan menambah beban kerja rumah sakit yang berat.
Artikel Terkait
Presiden Jokowi Sudah Vaksinasi Booster Kedua Covid-19. Vaksin Merk Ini Lho yang Dipakai Jokowi
Kabar Gembira, Paulus Totok Menyebutkan Ekonomi Indonesia Pasca Covid Masih Terkendali. Berikut Penjelasannya
Muhammadiyah Kalimantan Barat Hadiri FGD dan Training Fasilitator Vaksinasi Covid-19
Bersiap, Balita Usia 6 Bulan hingga Anak Kurang 12 Tahun Terima Vaksin Covid-19
Melalui Program Mentari Covid-19 Vaccine, Muhammadiyah Tuntaskan Vaksinasi di Mempawah