"Dari sinilah negara mendapatkan penerimaan, mendapatkan pendapatan, dan ditransfer lagi ke daerah, ditransfer untuk dana desa, ditransfer untuk bantuan sosial, dapatnya dari situ," lanjutnya.
Presiden pun menegaskan bahwa Indonesia bukan negara tertutup meski telah mengeluarkan kebijakan pelarangan ekspor bahan mentah. Indonesia terbuka dan mempersilakan negara-negara lain untuk berinvestasi serta membangun industri pengolahan pertambangan di dalam negeri.
"Kamu boleh bekerjasama dengan perusahaan di Indonesia, kamu boleh bekerja sama dengan BUMN Indonesia, kamu juga boleh mendirikan sendiri di Indonesia juga tidak apa-apa, tetapi industrimu, pabrikmu ada di Indonesia bukan ada di Eropa. Karena dari situlah kita akan mendapatkan sebuah manfaat yang sangat besar. Kesempatan kerja yang seluas-luasnya bagi rakyat kita," ucap Presiden.
Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut adalah Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto, dan Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor.
Tampak hadir pula dalam acara tersebut adalah Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Menteri ATR/Kepala BPN Hadi Tjahjanto, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. ***
Artikel Terkait
Ketik 'Monyet Pakai Jas Hujan Hijau' di Pencarian Google, Muncul Foto Jokowi. Begini Penjelasannya
Lagi, Monyet Pake Jas Hujan Ijo Banyak Dicari di Google Awal Januari 2023. Kenapa Muncul Foto Presiden Jokowi?
Presiden Jokowi Terima Surat Kepercayaan Sebelas Duta Besar Negara Sahabat. Ini Dia Dubes Arab Saudi yang Baru
Pemerintah Siap Dukung Transformasi Sepak Bola Indonesia. Pembicaaarn Jokowi dan Erick Thohir Terungkap
Presiden Jokowi Hujan-hujanan Tinjau Proyek Normalisasi Kali Ciliwung
Presiden Jokowi Ungkap Alasan Utama Pembangunan IKN saat Muktamar Pemuda Muhammadiyah di Balikpapan