Eks Presiden Korsel Yoon Suk-yeol Ogah Diperiksa, Berbaring di Lantai Hanya Pakai Singlet

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Minggu, 3 Agustus 2025 | 05:05 WIB
Eks Presiden Korsel, Yoon Suk-yeol. (X.com @txtfromIR)
Eks Presiden Korsel, Yoon Suk-yeol. (X.com @txtfromIR)

PONTIANAKGLOBE.COM, SEOUL -- Mantan Presiden Korea Selatan, Yoon Suk-yeol, kembali menjadi sorotan publik internasional setelah menolak menjalani pemeriksaan jaksa pada Jumat, 1 Agustus 2025.

Penolakannya disertai aksi tak biasa: ia berbaring di lantai sel isolasi hanya mengenakan singlet.

Baca Juga: Begini Cara Unik El Rumi Mendekati Syifa Hadju, Ada Peran Spesial Maia Estianty

Yoon saat ini sedang menghadapi persidangan atas tuduhan pemberontakan terkait upaya penerapan darurat militer yang gagal pada Desember 2024.

Ia telah dijebloskan ke sel isolasi di Pusat Penahanan Seoul sejak Juli 2025, setelah jaksa menambahkan sejumlah dakwaan baru.

Juru bicara jaksa khusus, Oh Jung-hee, menyebut Yoon dengan tegas menolak diperiksa saat jaksa mendatanginya.

“Tersangka dengan keras menolak melakukannya, sambil berbaring di lantai tanpa mengenakan seragam tahanan,” ujar Oh dalam konferensi pers yang dikutip Reuters pada Sabtu, 2 Agustus 2025.

Baca Juga: KRI Bima Suci Siap Arungi Samudera dalam Misi Diplomasi dan Pendidikan Taruna AAL 2025

Pengacara Yoon, Yu Jeong-hwa, membela tindakan kliennya dengan menyebut kondisi sel yang sempit dan bersuhu hampir 40 derajat Celsius sebagai penghinaan terhadap martabat Yoon.

Ia menilai perlakuan tersebut tidak manusiawi dan berpotensi merusak kondisi psikologis kliennya.

“Pakaian yang dikenakan Yoon mencerminkan bentuk protes terhadap perlakuan tidak adil yang ia alami,” kata Yu.

Yoon dicopot dari jabatannya pada April 2025 oleh Mahkamah Konstitusi Korea Selatan atas dugaan keterlibatannya dalam upaya pemberontakan.

Jika terbukti bersalah, ia terancam hukuman mati.

Baca Juga: Erupsi Lewotobi Laki-laki Timbulkan Abu Hingga 18.000 Meter, Ini Wilayah Terdampak

Selain kasus pemberontakan, Yoon juga sedang diselidiki oleh tim jaksa khusus yang dibentuk di bawah pemerintahan Presiden Lee Jae-myung.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X