Hasil Negosiasi Kemenag: Klinik Kesehatan Haji Indonesia Kembali Diizinkan Beroperasi di Makkah

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 5 Juni 2025 | 05:12 WIB
Menag Nasaruddin Umar saat mengunjungi KKIH di Makkah pada Sealsa, 3 Juni 2025. (Instagram @kemenag_ri)
Menag Nasaruddin Umar saat mengunjungi KKIH di Makkah pada Sealsa, 3 Juni 2025. (Instagram @kemenag_ri)

PONTIANAKGLOBE.COM, MAKKAH -- Upaya lobi yang dilakukan Kementerian Agama (Kemenag) RI membuahkan hasil.

Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Daerah Kerja (Daker) Makkah akhirnya kembali diizinkan beroperasi untuk melayani jemaah haji asal Indonesia.

Baca Juga: Polemik Nuansa Bening, Keenan Nasution Tuntut Royalti Rp24,5 Miliar dari Vidi Aldiano

Sebelumnya, operasional KKHI sempat tertunda akibat regulasi baru dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi yang mewajibkan seluruh jemaah sakit dirujuk ke rumah sakit milik Pemerintah Saudi.

Namun, melalui negosiasi intensif yang dilakukan Menteri Agama Nasaruddin Umar bersama Menteri Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, izin operasional KKHI berhasil didapatkan kembali.

“Banyak jemaah kita yang diduga menahan penyakit karena takut dibawa ke rumah sakit,” ujar Menag Nasaruddin Umar, dikutip dari unggahan Instagram resmi Kemenag RI, Rabu, 4 Juni 2025.

Baca Juga: Ray Dalio Tepis Isu Mundur dari Danantara, Pastikan Tetap di Dewan Penasihat

Menurutnya, ketakutan tersebut dipicu oleh sejumlah hal, terutama kendala komunikasi dan ketidakhadiran pendamping selama perawatan di rumah sakit setempat.

“(Mereka takut) dirawat oleh tenaga medis yang tidak memahami bahasa mereka, dan tidak ada pendamping,” jelas Nasaruddin.

Dengan beroperasinya kembali KKHI, jemaah dengan kondisi medis ringan hingga sedang bisa ditangani langsung di lokasi tanpa perlu dirujuk keluar, sehingga mereka dapat segera kembali ke tenda masing-masing untuk beribadah.

Baca Juga: Kapolri Listyo Sigit Masih Bertugas, Seskab Letkol Teddy Bantah Isu Pengganti

“Penyakit-penyakit yang tidak perlu rujukan, cukup ditangani di KKHI. Ini jelas lebih baik untuk kenyamanan dan pemulihan jemaah,” tambahnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa untuk penyakit tertentu yang membutuhkan perawatan lebih lanjut, rujukan ke rumah sakit Saudi tetap akan dilakukan.

“Kita yakinkan bahwa jemaah Indonesia lebih nyaman dirawat di KKHI karena faktor bahasa dan adanya pendamping,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Nasaruddin menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Arab Saudi atas keterbukaan dan komitmennya terhadap pelayanan jemaah haji.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X