Tragedi Longsor di Cirebon: 19 Korban Meninggal, 6 Masih Hilang

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Senin, 2 Juni 2025 | 08:14 WIB
BNPB kembali menemukan dua jenazah baru yang berhasil dievakuasi di tambang batu Gunung Kuda Cirebon. (Facebook @Badan Nasional Penanggulangan Bencana)
BNPB kembali menemukan dua jenazah baru yang berhasil dievakuasi di tambang batu Gunung Kuda Cirebon. (Facebook @Badan Nasional Penanggulangan Bencana)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Jumlah korban jiwa dalam tragedi longsor tambang galian C di kawasan Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, kembali bertambah.

Hingga Minggu, 1 Juni 2025, dua jenazah tambahan berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan, sehingga total korban meninggal dunia kini mencapai 19 orang.

Baca Juga: Kecelakaan Maut Mahasiswa UGM, Polisi Ungkap Dugaan Pergantian Pelat Nomor

“Jumlah korban meninggal dunia yang tercatat hingga pukul 17.00 WIB hari ini menjadi 19,” demikian pernyataan resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Minggu (1/6).

Dua korban terbaru yang ditemukan merupakan bagian dari delapan orang yang sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga.

Baca Juga: Petarung Irlandia Kibarkan Bendera Palestina Usai Kalahkan Wakil Israel di Cage Warriors 189

Keduanya telah teridentifikasi sebagai:

  1. Nalo Sanjaya (53), warga Kelurahan Kedongdong Kidul, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon.
  2. Wahyu Galih (26), warga Kelurahan Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon.

Dengan demikian, enam orang lainnya masih dalam pencarian.

Selain menelan korban jiwa, longsor juga menyebabkan kerugian material cukup besar.

Sebanyak empat unit alat berat ekskavator dan tujuh truk dilaporkan tertimbun material longsor di lokasi kejadian.

Baca Juga: Menjelang Puncak Haji, Banyak Jemaah Alami Cedera Tulang dan Sendi

Operasi pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung hingga saat ini.

Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Cirebon, TNI, Polri, Basarnas, relawan, serta warga sekitar.

BNPB mengimbau masyarakat, terutama tim penyelamat di lapangan, untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan.

Keselamatan seluruh pihak yang terlibat menjadi prioritas utama dalam operasi ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X