Dampaknya, kompensasi serta subsidi BBM yang dibebankan pada APBN menjadi lebih besar setiap tahunnya.
Baca Juga: 3 Sorotan Menteri Bahlil soal Dugaan Pertamax Oplosan, Usul Proyek BBM ke Prabowo
"Inilah yang menjadi dasar pemberian kompensasi dan subsidi BBM melalui APBN," tambahnya.
Dampak Pengoplosan BBM terhadap Mesin Kendaraan
Menurut laman resmi AHM, perbedaan jenis BBM dapat berdampak pada performa mesin kendaraan.
RON merupakan angka perbandingan antara heptana dan isooktana dalam BBM. Jika kendaraan menggunakan BBM dengan oktan terlalu rendah, performa akan menurun.
Sebaliknya, jika oktan terlalu tinggi, mesin berisiko mengalami knocking atau detonasi berlebih.
Kasus pengoplosan BBM yang diduga dilakukan tersangka berpotensi menyebabkan berbagai risiko pada kendaraan. Setiap jenis BBM memiliki kandungan zat aditif berbeda yang berfungsi menjaga kebersihan mesin.
"Jika BBM dicampur, dosis zat aditifnya bisa berkurang setengahnya. Secara oktan mungkin tercapai, tetapi risiko terbentuknya deposit kerak justru meningkat," jelas Prof. Tri Yuswidjajanto Zaenuri, peneliti di LAPI ITB.
Zat aditif seperti detergen dalam BBM berfungsi membersihkan deposit yang terbentuk akibat pembakaran di ruang bakar.
Jika terlalu banyak deposit tertinggal, mesin bisa mengalami gangguan serius, seperti katup macet dan benturan dengan piston, yang pada akhirnya dapat menyebabkan mesin tidak menyala.
Baca Juga: Dugaan Pertamax Oplosan, DPR Soroti Penentuan Spek BBM hingga Risiko pada Kendaraan
Daftar Tersangka dan Potensi Kerugian Negara
Atas kasus ini, Kejagung telah menetapkan tujuh tersangka, yaitu:
- Riva Siahaan (RS) – Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga
- Sani Dinar Saifuddin – Direktur Feedstock and Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional
- Yoki Firnandi (YF) – Direktur Utama PT Pertamina International Shipping
- Agus Purwono (AP) – VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional
- Muhammad Kerry Andrianto Riza (MKAR) – Beneficial Owner PT Navigator Khatulistiwa
- Dimas Werhaspati (DW) – Komisaris PT Navigator Khatulistiwa dan Komisaris PT Jenggala Maritim
- Gading Ramadhan Joedo (GRJ) – Komisaris PT Jenggala Maritim dan Direktur PT Orbit Terminal Merak
Kerugian negara akibat skandal ini diperkirakan mencapai Rp193,7 triliun, dengan rincian sebagai berikut:
Artikel Terkait
Gibran Rakabuming Beberkan Pelaksanaan MBG di Retret Kepala Daerah kepada Para Gubernur dan Bupati serta Wali Kota, Ini Harapan Putra Jokowi Itu
4 Fakta Terkini DPR Sidak ke SPBU Pertamina hingga Shell, Buntut Dugaan Pertamax Oplosan
4 Fakta Isu KDRT di Sidang Perceraian Baim Wong Setelah Paula Verhoeven Hadirkan Ahli Telematika
Rivalnya Tak Kunjung Ditangkap, Reza Gladys Minta Polisi Bertindak Tegas terhadap Nikita Mirzani
Pengguna Pertamax Keluhkan Performa Motor Menurun, Diduga Terkait Dugaan Kecurangan Pertamina
Sejalan dengan Cita-cita Wujudkan Pemerintahan Bersih, Prabowo Buka Suara soal Korupsi Pertamina dan Isu Pertamax Oplosan: Kita Bereskan!