Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi turut menanggapi aksi 'Indonesia Gelap' yang ramai diperbincangkan.
Ia menegaskan bahwa kebebasan berekspresi tetap dihormati, namun meminta mahasiswa tidak menyebarkan narasi yang tidak sesuai fakta.
"Demonstrasi adalah bagian dari kebebasan berekspresi, tapi jangan membelokkan fakta. Tidak ada yang namanya ‘Indonesia Gelap’," ujar Prasetyo di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Prasetyo juga meminta masyarakat memahami bahwa pemerintahan Prabowo baru berjalan selama beberapa bulan sejak dilantik pada Oktober 2024.
Ia menegaskan pemerintah terus berupaya mencari solusi atas berbagai permasalahan.
"Pemerintahan baru ini masih dalam tahap awal, banyak tantangan yang harus dihadapi. Kami terus mencari solusi terbaik," katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa efisiensi anggaran tidak akan menghambat kinerja kementerian dan lembaga terkait.
"Jangan sampai isu ini disalahartikan seolah-olah efisiensi akan memberatkan masyarakat. Tidak seperti itu," tegasnya.
Mensesneg Prasetyo menegaskan bahwa Presiden Prabowo menghormati aspirasi mahasiswa.
Ia menyebut Prabowo terbiasa menghadapi aspirasi publik sejak lama, bahkan sebelum menjabat sebagai presiden.
"Presiden sangat menghormati aspirasi mahasiswa dan masyarakat. Ini bukan hal baru bagi beliau," tandasnya. ***
Artikel Terkait
Komitmen Prabowo Subianto, Tangkap Puluhan Koruptor dalam Dua Bulan
Kesan Haru Mahasiswa Al Azhar Kairo Saat Dikunjungi Presiden Prabowo Subianto
Prabowo Subianto Sambut Tahun Baru di Bundaran HI, Disambut Lautan Manusia
Prabowo Subianto Minta Kementerian Hemat Demi Prioritas Anak dan Guru
Prabowo Subianto Tegaskan Pentingnya Efisiensi di Pemerintahan, 'Saya Paham Praktik Akal-akalan'
Kisah Jana, Mahasiswa Palestina yang Kuliah Kedokteran Gratis di Unhan Indonesia, Atas Prakarsa Prabowo Subianto